RADARTUBAN - Siapa yang tidak mengenal Street View, fitur yang tersemat di aplikasi peta digital Google Maps ini menawarkan gambar 360 derajat dari jalan-jalan hampir di seluruh dunia.
Gambar-gambar ini diambil Google dalam rentang waktu yang acak, karenanya tak sedikit kamera Google menangkap berbagai momen unik maupun lucu yang tidak terduga.
Salah satu momen unik yang baru-baru ini menjadi perbincangan adalah seorang polisi yang tertangkap kamera Google tengah dalam keadaan tanpa busana di halaman rumah pribadinya.
Meskipun tengah berada dibalik dinding pagar setinggi 2 meter, beberapa laporan menyebut pria tersebut masih terlihat jelas oleh kamera Google.
Bahkan Street View juga menangkap nomor rumah anggota polisi tersebut.
Insiden yang terjadi pada tahun 2025 silam itu membuat anggota polisi Argentina tersebut menggugat Google pada tahun 2017 atas pencemaran nama baik dan pelanggaran privasi.
Sayangnya, gugatan ini ditolak pengadilan tahun lalu dengan alasan dia bertanggung jawab atas tindakannya sendiri.
Tak berselang lama, pria tersebut mengajukan banding ke pengadilan.
Pengajuan banding ini dikabulkan oleh hakim pengadilan dan menyatakan Google secara jelas telah melanggar martabat pria asal Argentina itu.
Pasalnya, gambar tersebut menunjukkan pria itu tidak berada di ruang publik, melainkan di halaman rumahnya sendiri yang bahkan tertutup pagar setinggi 2 meter.
Atas putusan pengadilan, Google diwajibkan membayar kompensasi sekitar 3 juta Peso atau setara dengan Rp 38 juta, dengan tambahan bunga sejak 2017 yang totalnya menjadi 16 juta Peso atau setara dengan Rp 205 juta.
Selain itu Google juga diwajibkan untuk menghapus foto tersebut dari layanan Street view. Jika Google terlambat untuk menghapus foto tersebut, maka akan dikenai denda tambahan 100 ribu Peso atau setara Rp 1,3 juta per harinya.
Meski begitu, pengadilan menilai kebijakan Google untuk memburamkan wajah dan plat nomor kendaraan menunjukan perusahaan asal AS tersebut bertanggung jawab atas privasi pengguna.
Disisi lain, dua pihak yanh menyebarkan gambar tersebut yakni Cablevision SA dan situs El Censor dibebaskan oleh pengadilan dengan alasan keduanya hanya menyebarkan gambar tersebut serta menyoroti kesalahan Google.
Ataa kasus ini, Google kini menyediakan fitur pelaporan untuk meminta Street View menyensor wajah, rumah, atau nomor kendaraan yang mungkin saja terlewatkan oleh sistem Google. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama