Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Puluhan Penerbangan di Rusia Kacau Akibat Serangan Siber, Hacker Pro-Ukraina Klaim Tanggung Jawab

Alfinda Fauziyah Putri • Rabu, 30 Juli 2025 | 19:20 WIB
Rusia Diserang Hacker
Rusia Diserang Hacker

RADARTUBAN - Dunia penerbangan Rusia kembali diguncang. Kali ini bukan oleh cuaca ekstrem atau gangguan teknis, melainkan oleh serangan siber yang diduga dilakukan kelompok hacker pro-Ukraina.

Akibatnya, maskapai Rossiya Airlines, anak perusahaan Aeroflot, terpaksa membatalkan lebih dari 50 penerbangan pada Minggu (28/7) lalu.

Serangan ini menargetkan sistem IT internal Rossiya, yang mengakibatkan gangguan parah pada layanan check-in dan pengelolaan jadwal penerbangan.

Akibatnya, ratusan penumpang terlantar di berbagai bandara utama Rusia, mulai dari St. Petersburg hingga Moskow.

Dalam unggahan media sosialnya, kelompok peretas yang menamakan diri “BO Team” mengklaim berada di balik aksi sabotase digital ini.

Mereka menyebut bahwa operasi tersebut sebagai bagian dari dukungan terhadap Ukraina di tengah konflik berkepanjangan dengan Rusia.

“Kami berhasil menjatuhkan sistem maskapai Rossiya. Ini baru permulaan,” tulis akun yang mengatasnamakan BO Team dalam kanal Telegram.

Pihak Rossiya Airlines mengakui adanya serangan siber namun menyebut telah melakukan langkah pemulihan darurat.

“Kami tengah berupaya penuh memulihkan layanan dan memastikan penumpang tetap mendapat kompensasi serta rute alternatif,” ungkap juru bicara maskapai dalam siaran pers resmi.

Situs berita independen Meduza.io melaporkan bahwa insiden peretasan ini berpotensi menyebabkan kerugian finansial bagi Aeroflot hingga mencapai 250 juta rubel, setara dengan sekitar 3 juta dolar AS.

Setiap penerbangan yang terpaksa dibatalkan diperkirakan menimbulkan kerugian rata-rata sebesar 2,4 juta rubel, atau sekitar 29.500 dolar AS per penerbangan.

Serangan ini menambah daftar panjang perang di era digital yang kini menjadi senjata baru dalam konflik geopolitik.

Para pakar keamanan siber menyebut aksi ini sebagai bagian dari eskalasi baru, di mana dunia maya menjadi medan tempur yang sama seriusnya dengan medan perang fisik.

Tidak hanya Rossiya, serangan ini juga dilaporkan berdampak pada jaringan internal Aeroflot.

Menurut laporan Reuters dan AP, kelompok hacker mengklaim telah menyusup ke sistem maskapai selama lebih dari setahun, mencuri data, serta menghapus ribuan server.

Mereka juga menyebut berhasil memperoleh kendali atas beberapa komputer eksekutif di perusahaan.

Pemerintah Rusia belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai siapa yang mereka anggap bertanggung jawab.

Namun, otoritas keamanan tengah menyelidiki jejak digital yang ditinggalkan peretas, serta meningkatkan pengawasan terhadap infrastruktur siber strategis di sektor transportasi.

Sementara itu, publik mulai mempertanyakan ketahanan sistem keamanan digital Rusia, terutama di sektor vital seperti penerbangan.

Serangan ini menjadi alarm keras bahwa dalam dunia modern, satu klik bisa mengacaukan langit. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Penerbangan Rusia #serangan siber #Rossiya Airlines #jadwal penerbangan #hacker pro Ukraina