Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Woow! Tiongkok Uji Drone Surya Raksasa yang Bisa Terbang 6 Bulan Tanpa Turun, Saingi Satelit di Angkasa

Tulus Widodo • Senin, 11 Agustus 2025 | 23:39 WIB

 

Ilustrasi drone tenaga surya
Ilustrasi drone tenaga surya

RADARTUBAN – Bayangkan sebuah pesawat tanpa awak raksasa, melayang di ketinggian 20 kilometer selama setengah tahun penuh, tanpa sekali pun menyentuh landasan.

Bukan film fiksi ilmiah, inilah Qiming-X50, drone bertenaga surya terbaru Tiongkok yang tengah diuji di gurun Xinjiang — dan digadang-gadang akan mengubah peta teknologi pengawasan udara dunia.

Dengan bentang sayap lebih dari 50 meter namun bobotnya lebih ringan dari mobil kompak, Qiming-X50 dirancang untuk terbang di stratosfer, jauh di atas awan dan lalu lintas udara komersial.

Teknologi panel surya fleksibel, rangka karbon ultra-ringan, dan sistem baterai lithium-air efisiensi tinggi menjadi kunci kemampuannya bertahan di udara hingga enam bulan nonstop.

Berkat ketinggian jelajah 20 km, drone ini berfungsi layaknya satelit, namun dengan biaya dan fleksibilitas operasional yang jauh lebih rendah.

Qiming-X50 bisa membawa berbagai misi — mulai dari sensor pengamatan bumi, relai komunikasi internet, sistem pemantauan militer, hingga perangkat tanggap bencana untuk wilayah terpencil.

Panel surya Qiming-X50 mengisi daya baterai di siang hari, sementara pada malam hari baterai lithium-air menggerakkan sistem penerbangan.

Kecerdasan buatan (AI) di dalamnya memantau dan mengoreksi jalur terbang, mengantisipasi turbulensi, serta mendeteksi anomali cuaca secara real-time.

Para analis melihat ini sebagai langkah strategis Beijing. Dengan armada drone stratosfer ini, Tiongkok bisa membangun jaringan "langit senyap" di atas perbatasan sensitif, wilayah laut lepas, hingga zona rawan bencana.

Drone ini menawarkan pemantauan yang nyaris permanen tanpa biaya besar peluncuran satelit.

Bahkan, pengamat teknologi meyakini Qiming-X50 bisa menjadi “mata dan telinga” yang lebih fleksibel dibanding satelit tradisional, karena mampu berpindah lokasi sesuai kebutuhan misi.

Di ranah sipil, drone ini bisa menyediakan internet darurat untuk wilayah yang dilanda bencana, atau memantau perubahan iklim secara detail dan berkesinambungan.

Di sisi militer, potensinya tak kalah strategis: pengintaian pergerakan kapal, pasukan, hingga instalasi strategis lawan — semua tanpa harus menembus batas wilayah udara resmi.

Uji coba Qiming-X50 di Xinjiang menegaskan ambisi Tiongkok untuk menjadi pemimpin teknologi penerbangan tak berawak berdaya surya.

Jika sukses, model ini bisa menjadi prototipe untuk armada drone global yang sanggup bekerja berbulan-bulan tanpa henti, sekaligus menandai era baru “satelit tanpa roket”. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#drone pemantau bencana alam #Qiming X50 #kecerdasan buatan #drone tenaga surya #teknologi penerbangan masa depan #drone tahan lama #militer #tiongkok #stratosfer