Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Anas Al-Sharif Jurnalis Al Jazeera Gugur Usai Serangan Israel di Depan RS Al-Shifa Gaza, Ini Pesan Terakhirnya

Asmaul Yuli Wijayanti • Kamis, 14 Agustus 2025 | 14:51 WIB

Anas Al-Sharif saat meliput kondisi Gaza
Anas Al-Sharif saat meliput kondisi Gaza

RADARTUBAN- Dunia jurnalistik kembali berduka. Anas Al-Sharif, jurnalis senior Al Jazeera, tewas dalam serangan artileri Israel yang menghantam tenda media di depan Rumah Sakit Al-Shifa, Minggu (10/8).

Serangan tersebut menewaskan empat jurnalis Al Jazeera dan dua warga sipil Palestina, termasuk rekan-rekan Anas: Mohammed Qreiqeh, Ibrahim Zaher, Moamen Aliwa, dan Mohammed Noufal.

Sebelum nyawanya terenggut, Anas sempat menulis pesan terakhir di akun X miliknya:

“Pengeboman Israel intens dan terkonsentrasi,” tulisnya beberapa jam sebelum serangan terjadi.

Namun bukan hanya itu. Dalam pesan wasiat yang dipublikasikan pasca kematiannya, Anas menulis dengan penuh haru:

“Jika kata-kata ini sampai padamu, ketahuilah bahwa Israel telah berhasil membunuhku dan membungkam suaraku. Aku telah memberikan segalanya untuk menjadi suara bagi rakyatku… Aku titipkan Palestina, permata mahkota umat, dan denyut nadi setiap jiwa merdeka di dunia ini,” tulisnya.

Baca Juga: Israel Setujui Rencana Netanyahu Kuasai Total Gaza Demi Lumpuhkan Hamas

Anas dikenal sebagai salah satu jurnalis paling berani di Gaza, yang tetap bertahan meliput dari garis depan meski mendapat ancaman terbuka dari militer Israel.

Bahkan beberapa hari sebelum kematiannya, Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) telah mengeluarkan peringatan khusus untuk melindungi Anas, menyusul kritik terbukanya terhadap juru bicara militer Israel, Avichay Adraee.

Pihak Israel mengklaim bahwa Anas adalah anggota sayap bersenjata Hamas dan menjadi target operasi militer.

Namun CPJ dan berbagai organisasi internasional menolak tuduhan tersebut, menyebutnya sebagai upaya sistematis untuk membungkam jurnalis yang melaporkan kekejaman perang.

“Jurnalis adalah warga sipil dan tidak boleh menjadi sasaran. Mereka yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban,” tegas Sara Qudah, Direktur Regional CPJ.

Kematian Anas Al-Sharif menambah panjang daftar jurnalis yang gugur di Gaza sejak konflik meletus pada Oktober 2023.

Menurut data CPJ, lebih dari 230 jurnalis telah tewas dalam serangan Israel, menjadikan wilayah tersebut sebagai salah satu tempat paling mematikan bagi pekerja media. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#jurnalis senior Al Jazeera #Palestina #jurnalis #pesan terakhir Anas Al Sharif #Anas Al Sharif #Anas Al Sharif meninggal dunia #Israel #gaza