RADARTUBAN - Baru-baru ini kabar duka datang dari Finlandia setelah salah satu politisi muda mereka yakni Eemeli Peltonen ditemukan meninggal dunia di gedung parlemen Helsinki Selasa (19/8) kemarin.
Melansir dari Euronews, media lokal Finlandia menyebut pria berusia 30 tahun dari Partai Sosial Demokrat tersebut meninggal karena dugaan bunuh diri.
Tentu saja kabar ini mengguncang dunia politik di negara tersebut. Sejumlah politisi lintas partai di Finlandia menyampaikan rasa duka mereka.
Ketua kelompok parlemen Sosial Demokrat, Tytti Tuppurainen mengatakan Peltonen sebagai sosok yang dicintai banyak orang.
Dalam pernyataan resminya dia menyebut kehidupan muda Peltonen berakhir terlalu cepat.
Selain itu, Perdana Menteri Finlandia, Petteri Orpo turut menunjukkan duka cita dengan menangguhkan seluruh kegiatan politik di negaranya pada hari Peltonen ditemukan meninggal dunia.
Lebih lanjut, Orpo juga mengadakan acara mengheningkan cipta selama satu menit untuk mengenang kontribusi Peltonen dalam ranah politik di Finlandia.
Ungkapan duka juga di sampaikan oleh Jussi Halla-aho, ketua parlemen Finlandia.
Dia menggambarkan Peltonen sebagai rekan yang disukai oleh berbagai kalangan politik di negara itu.
Sedangkan laporan polisi yang tiba di TKP meninggalnya Peltonen menyebut tidak ada tanda-tanda tindakan kriminal dalam peristiwa tersebut.
Peltonen dikenal karena memulai karir politiknya diusia yang cukup muda yakni 18 tahun.
Sebelum meninggal, Peltonen jarang tampil di publik karena masalah kesehatan yang dideritanya.
Bahkan pada bulan Juni lalu, dia sempat mengatakan tengah menjalani perawatan ginjal dan telah mengambil cuti dari tugas politiknya.
Kepergian Eemeli Peltonen meninggalkan luka cukup dalam bagi politik Finlandia, apalagi mengingat usianya yang masih cukup muda dengan rekam jejak yang menjanjikan. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama