RADARTUBAN- Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menegaskan bahwa negaranya menolak segala bentuk campur tangan asing dalam urusan internal Venezuela.
Hal itu ia sampaikan dalam konferensi pers di Mexico City, Selasa (26/8), menekankan bahwa Meksiko akan terus berpegang pada prinsip non-intervensi.
Pernyataan Sheinbaum muncul setelah Presiden Venezuela Nicolas Maduro sehari sebelumnya menyatakan bahwa negaranya tengah memobilisasi seluruh kekuatan nasional.
Langkah itu dilakukan sebagai respons atas ancaman yang disebut berasal dari Amerika Serikat terhadap keamanan nasional dan regional Venezuela.
"Anda boleh setuju atau tidak setuju dengan pemerintah mana pun, tetapi kami tidak akan pernah mendukung intervensi asing terhadap negara berdaulat," tegas Sheinbaum.
Dia menambahkan, sikap tersebut bukan hanya pandangan pribadinya, melainkan mandat konstitusi yang menjadi kewajiban setiap presiden Meksiko.
Sheinbaum juga menekankan bahwa kebijakan luar negeri Meksiko berlandaskan penghormatan terhadap hak rakyat untuk menentukan nasib sendiri, serta penolakan terhadap segala bentuk campur tangan asing.
Sebelumnya, pada Februari lalu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menetapkan sejumlah kartel narkoba sebagai organisasi teroris global.
Di akhir Juli, Cartel de los Soles yang berbasis di Venezuela masuk dalam daftar tersebut.
Pada 19 Agustus, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan Presiden AS Donald Trump siap menggunakan "setiap elemen kekuatan Amerika" untuk memberantas perdagangan narkoba, bahkan tidak menutup kemungkinan operasi militer di Venezuela.
Sejumlah laporan media yang mengutip sumber pemerintah AS menyebutkan Washington telah mengerahkan setidaknya tiga kapal perang yang membawa lebih dari 4.000 marinir dan pelaut ke perairan Amerika Latin dan Karibia untuk melawan kartel narkoba.
Ketegangan antara AS dan Venezuela semakin meningkat sejak awal Agustus, setelah Jaksa Agung AS Pam Bondi menawarkan hadiah senilai 50 juta dolar AS (sekitar Rp816 juta) bagi siapa pun yang memberikan informasi yang dapat mengarah pada penangkapan Presiden Maduro.
Pemerintah AS menuduh Maduro sebagai pimpinan jaringan narkoba Cartel de los Soles. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni