RADARTUBAN - Pembalap Formula 1 asal Belanda, Max Verstappen akan mewujudkan sah satu impian balapnya pada akhir pekan ini.
Juara dunia F1 empat kali itu dipastikan akan turun dalam ajang balap Nurburgring Endurance Series atau NLS di sirkuit Nordshleife.
Ajang balap tersebut hanya tepaut satu pekan setelah GP Italia yang dimenangkan oleh Verstappen pekan lalu.
Kehadiran Max di Nurburgring telah mendapatkan lampu hijau dari timnya, Red Bull Racing.
Meski begitu dia tetap harus melewati prosedur khusus untuk bisa ambil bagian dalam balap ketahanan tersebut.
Verstappen wajib mendapatkan sertifikat khusus dari Federasi Olahraga Motor Jerman (DMSB).
Dia dijadwalkan akan mengikuti tes pelatihan pada Jumat pekan ini sebelum benar-benar mengikuti ajang balap keesokan harinya.
Jika Verstappen lolos ujian dan meraih sertifikat izin B, maka pembalap Belanda itu akan turun dengan mobil Porsche Cayman GT4 CS milik tim Lionspeed.
Hanya saja target Verstappen adalah balapan dengan Ferrari 296 GT3 dari tim Emil Frey Racing yang bisa tercapai hanya jika dia mendapatkan ijin kelas A.
Selain itu, karena ajang ini merupakan balapan resmi, Verstappen dilarang menggunakan nama samaran 'Franz Hermann' yang dia pakai ketika menjajal sirkuit ini bulan Mei kemarin.
Penasehat Red Bull Racing, Helmut Marko mengatakan dia tidak khawatir mengenai Verstappen yang tampil diluar ajang Formula 1.
Dia justru menilai langkah tersebut akan berdampak positif pada mental Max dan membuatnya semakin bersemangat.
Debut Max Verstappen akan menarik perhatian karena akan mampu mengakhiri spekulasi mengenai performanya di sirkuit Nordshleife.
Pasalnya pada bulan Mei lalu, Max sempat mencetak rekor putaran tidak resmi di sirkuit sepanjang 20,8 km itu.
Kini, performa Max akan benar-benar diuji pada ajang resmi selama empat jam dan bersaing dengan para pembalap lainnya.
Bagi Verstappen, kesempatan ini bukan hanya sekedar tantangan baru, tetapi juga menjadi cara untuk menikmati kebebasan yang diberikan oleh Red Bull untuk tampil diluar kalender Formula 1. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni