RADARTUBAN - Setelah sekian lama, Google akhirnya mengakui bahwa web terbuka tengah mengalami penurunan yang cukup pesat saat ini, setelah sebelumnya sering menyangkal adanya hal ini.
Pengakuan ini terungkap dalam dokumen pengadilan Google dalam gugatan antimonopoli pada beberapa pekan lalu.
Selama ini, Google selalu menyebut penurunan lalulintas web hanya sebagai bentuk pergeseran perilaku pengguna, di mana sebagian menurun sedangkan sisanya mendapati kenaikan trafik.
Tetapi kini, perusahaan asal Amerika Serikat itu mengakui adanya perubahan besar dalam lanskap digital, termasuk hadirnya teknologi AI dan pergeseran pola iklan yang semakin mempercepat kemunduran web konvensional.
Google menyebut kejadian ini juga didorong oleh pesatnya ekspansi media ritel yang membuat iklan berbasis web semakin tertekan.
Kondisi ini jelas menjadi tamparan keras bagi penerbit dan penulis yang mengandalkan model periklanan tradisional.
Pengakuan Google ini muncul ketika perusahaan berjuang menghadapi tekanan hukum yang memaksa mereka untuk melakukan divestasi.
Dalam pembelaannya, Google menganggap upaya tersebut justru akan memperburuk situasi yang ada terutama penerbit yang masih mengandalkan iklan dari web.
Hal tersebut akan berdampak ke industri digital dan menjadi sinyal bahwa ekosistem online kini tengah bergerak ke arah baru.
Jelas orang-orang yang bergantung pada industri ini dituntut untuk gesit dalam mencari cara inovatif ditengah dominasi AI yang kian masif. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama