RADARTUBAN - Partisipasi Indonesia dalam Expo Osaka 2025 tidak hanya membawa pulang komitmen investasi besar, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi produk Indonesia menembus pasar Jepang.
Momentum ini dianggap penting karena Jepang merupakan salah satu mitra dagang strategis yang memiliki daya beli tinggi.
Sekaligus standar kualitas produk yang ketat.
Peluang Ekspor Produk Indonesia
Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Rachmat Pambudy, nilai investasi yang tercatat mencapai 23,8 miliar dolar AS.
Selain pada sektor energi dan pembangunan berkelanjutan, ajang ini juga dapat menjadi pintu masuk bagi ekspor kopi, rempah, batik, serta produk kreatif lainnya.
Dengan demikian, produk Indonesia tidak hanya dikenal lewat budaya, tetapi juga mendapat ruang kompetitif di pasar Jepang.
“Proyek keseluruhan investasi per hari ini 23,8 miliar dolar. Nah ini cukup besar tentunya untuk membantu Indonesia menjadi negara maju dengan berbagai investasi ini,” kata Rachmat di Expo Osaka 2025.
Paviliun Indonesia Jadi Daya Tarik
Keberadaan Paviliun Indonesia di Jepang mendapat sorotan positif.
Dengan konsep kapal besar yang menggambarkan bangsa bahari, paviliun ini memadukan unsur budaya, kuliner, dan kekayaan alam.
Hal tersebut tidak hanya memperkuat identitas bangsa, tetapi juga menampilkan potensi besar produk Indonesia di mata dunia.
“Jadi Paviliun Indonesia ini merepresentasikan kapal besar yang tentunya kita kenal sebagai bangsa bahari. Jadi tidak saja dari sisi kapalnya tetapi juga kehidupan budaya, kuliner, dan juga kehidupan alam sangat berkaitannya dengan laut,” jelas Vivi Yulaswati, Deputi Ekonomi dan Transformasi Digital Bappenas sekaligus Commisioner General Pavilion Indonesia.
Respon Positif Pengunjung Jepang
Antusiasme pengunjung, terutama dari Jepang, menunjukkan peluang promosi yang nyata.
Salah satu pengunjung bernama Miwako bahkan mengaku terkesan setelah dua kali datang ke Paviliun Indonesia.
Dia menilai dekorasi, pertunjukan teknologi, hingga keramahan staf membuat pengalaman terasa berkesan.
“Dari sosial media, Paviliun Indonesia sangat bersemangat. Keliatannya seru banget, tari-tari, menyanyi-menyanyi. Saya sangat tertarik. Saat masuk, saya merasa sangat sejuk. Terus jadinya Happy, sangat senang. Terus banyak ditampilkannya itu kan hewan-hewan, hutannya itu juga sangat real,” ujar Miwako.
Jalan Panjang Menuju Pasar Jepang
Antusiasme ini bisa menjadi modal kuat bagi diplomasi perdagangan Indonesia.
Jika mampu memanfaatkan momentum, Expo Osaka 2025 bukan hanya soal investasi, tetapi juga sarana memperluas ekspor.
Tantangan berikutnya adalah memastikan produk dalam negeri memenuhi standar pasar Jepang, baik dari sisi kualitas maupun keberlanjutan.
Dengan begitu, produk Indonesia bisa lebih mudah diterima dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di tanah air. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama