RADARTUBAN - Nasib masa depan TikTok di Amerika Serikat dikabarkan akan segera menemui titik terang.
Sekertaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt mengatakan dokumen resmi diperkirakan akan ditandatangani dalam beberapa hari kedepan.
Hal ini menyusul pembaruan dari Trump usai melakukan komunikasi dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping melalui telepon.
Dalam unggahannya di platform Truth Social, Trump menyebut telah ada kemajuan menuju kesepakatan dengan TikTok.
Dia juga menegaskan kepada jurnalis bahwa dia menyetujui kesepakatan tersebut.
Hanya saja, sejumlah media menyebut pemerintah Tiongkok menggambarkan pembicaraan dengan Trump tersebut sedikit berbeda.
Xi Jinping menekankan pihaknya untuk terus menghargai mekanisme pasar dan hukum yang berlaku di Tiongkok serta mempertimbangkan kepentingan kedua belah pihak.
Sedangkan pemilik TikTok, ByteDance memilih untuk bersikap hati-hati terkait hal ini.
Dalam pertanyaannya, perusahaan asal Beijing itu hanya mengatakan apresiasi atas peran Trump dan Xi Jinping dalam menjaga operasional platformnya di Amerika Serikat.
Lebih lanjut, ByteDance menegaskan, pihaknya akan berkomitmen untuk mematuhi aturan hukum terkait hal ini.
Leavitt juga menambahkan detil penting mengenai kesepakatan tersebut. Menurutnya, mayoritas saham TikTok di AS akan dipegang oleh Amerika.
Selain itu dari tujuh kursi dewan direksi yang akan mengendalikan operasional TikTok di AS, enam diantaranya akan diisi oleh orang Amerika sendiri.
Sedangkan untuk masalah pengelolaan data, privasi, dan alogaritma aplikasi, akan sepenuhnya dipegang oleh Oracle.
Meskipun kabarnya telah disepakati, tetapi kesepakatan tersebut masih menunggu untuk ditandatangani secara resmi.
Hal ini sejalan dengan Trump yang kembali memberikan perpanjangan terhadap TikTok untuk keempat kalinya hingga Desember mendatang guna menyelesaikan kesepakatan ini. (*)