RADARTUBAN – Penyanyi asal Inggris, Dua Lipa, resmi memutuskan hubungan kerja sama dengan agennya David Levy.
Keputusan itu diambil setelah keduanya memiliki perbedaan pandangan terkait isu Palestina.
Gara-Gara Surat untuk Glastonbury
David Levy diketahui menandatangani surat yang mendesak penyelenggara Festival Glastonbury agar membatalkan penampilan grup rapper pro-Palestina, Kneecap.
Surat tersebut sejatinya bersifat rahasia dan hanya ditujukan kepada pemilik festival, Michael Eavis, serta putrinya, Emily.
Namun, kebocoran dokumen itu ke publik memicu reaksi keras sejumlah artis, termasuk Dua Lipa.
Baca Juga: Batalnya Konser Dua Lipa di Jakarta Akibatkan Rugi Hingga Rp 15 Miliar?
Tetap di WME, Ganti Agen
Mengetahui keterlibatan Levy, Dua Lipa segera meminta agar ia tidak lagi menangani proyek musiknya.
Meski begitu, pelantun Levitating itu tetap berada di bawah naungan agensi besar William Morris Endeavor (WME), hanya saja kini ditangani oleh agen lain.
Konsisten Dukung Palestina
Dua Lipa memang dikenal vokal dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.
Pada 2024, ia sempat membuat unggahan yang menyebut tindakan Israel di Gaza sebagai bentuk “genosida”.
Ia juga ikut menandatangani surat terbuka bersama lebih dari 300 pesohor Inggris yang menolak keterlibatan negaranya dalam konflik Gaza.
Tak hanya itu, Dua Lipa juga termasuk di antara publik figur yang mendesak pemerintah Inggris menghentikan pasokan senjata ke Israel.
Massive Attack Juga Putuskan Kontrak
Tak hanya Dua Lipa, grup musik asal Bristol Massive Attack pun mengambil langkah serupa dengan memutuskan hubungan kerja sama dengan David Levy. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni