RADARTUBAN – Jangan salah, wajah miliarder di Negeri Paman Sam tak melulu lahir dari rahim Amerika.
Daftar Forbes 2025 seperti dikutip dari wartaekonomi.co.id membuktikan bahwa imigran memainkan peran sentral dalam menggerakkan roda ekonomi AS.
Dari mobil listrik, kecerdasan buatan, kasino, hingga sepak bola Amerika, para “pendatang” ini sukses menggenggam puncak piramida kekayaan.
Di urutan paling atas, nama Elon Musk masih tak tergoyahkan. Pendiri Tesla dan SpaceX yang berasal dari Afrika Selatan itu menimbun kekayaan hingga USD 393,1 miliar.
Jumlah ini bukan hanya menahbiskannya sebagai imigran terkaya, tapi juga salah satu manusia paling berpengaruh di planet ini.
Di posisi kedua, ada Sergey Brin, sosok jenius asal Rusia yang ikut melahirkan Google. Harta kekayaannya kini mencapai USD 139,7 miliar.
Jumlah yang hampir sama juga dimiliki Jensen Huang, pendiri Nvidia asal Taiwan, yang tahun ini menikmati lonjakan tajam berkat booming chip AI. Harta kekayaannya menembus USD 137,9 miliar.
Kekuatan imigran semakin nyata dengan kehadiran Thomas Peterffy (Hungaria) dengan USD 67,9 miliar dari Interactive Brokers.
Miriam Adelson, Satu-satunya Wanita Masuk Peringkat Elit
Nama-nama lain yang juga mencuri perhatian adalah Miriam Adelson (Israel) yang menguasai kerajaan kasino Las Vegas Sands dengan kekayaan USD 33,4 miliar.
Dari sektor hiburan, Rupert Murdoch (Australia) bersama keluarganya tetap jadi raja media dengan USD 24 miliar.
Miliarder kawakan itu berada di peringkat keenam imigran terkaya di AS 2025.
Berikutnya, Peter Thiel (Jerman) berada di peringkat 7 dengan kekayaan USD 21,8 miliar berkat kesuksesan PayPal.
Dunia Teknologi Masih Mendominasi
Sementara itu, dunia teknologi masih mendominasi. Jay Chaudhry (India) pendiri Zscaler dengan kekayaan USD 17,9 miliar, Jan Koum (Ukraina) sebagai salah satu pendiri WhatsApp dengan kekayaan USD 16,9 miliar, serta duo pendiri Kingston Technology – John Tu (China) USD 14,1 miliar dan David Sun (Taiwan) dengan kekayaan USD 14 miliar – tetap masuk daftar.
Bahkan pengusaha otomotif Shahid Khan asal Pakistan, dengan bisnis Flex-N-Gate, ikut mencatatkan harta USD 13,3 miliar. Shahid Khan menempati peringkat 12.
Imigran Kuasai Panggung Utama Bisnis Global
Fenomena ini menjadi cermin bahwa “mimpi Amerika” bukan mitos. Imigran bukan hanya mencari penghidupan di AS, tetapi menguasai panggung utama bisnis global.
Mereka membawa ide, inovasi, dan investasi yang mengubah wajah industri sekaligus mempertegas bahwa perekonomian AS adalah melting pot para visioner dunia.
Pentingnya Kebijakan Pro-Imigrasi
Ekonom menilai dominasi imigran dalam daftar miliarder ini menjadi sinyal kuat pentingnya kebijakan pro-imigrasi.
“Jika Amerika menutup pintu bagi talenta global, mereka akan kehilangan mesin pertumbuhan,” kata seorang analis ekonomi di New York.
Dengan kata lain, daftar ini bukan sekadar angka, melainkan bukti bahwa imigran adalah denyut nadi kapitalisme modern di Amerika.
Dan selama inovasi terus jadi darah segar, jangan heran jika tahun depan daftar ini semakin dipenuhi para “pendatang” super tajir baru. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni