RADARTUBAN - Melania Trump, Ibu Negara Amerika Serikat, menjadi perhatian dalam propaganda kenegaraan yang digelar oleh Kerajaan Inggris di Kastil Windsor pusat pada Rabu, (17/9).
Dalam acara yang didampingi oleh Raja Charles III dan Ratu Camilla ini, Melania tampil mengenakan gaun berani berwarna kuning lemon cerah rancangan Carolina Herrera yang cukup mencolok di antara tamu undangan lainnya yang mengenakan busana warna gelap atau netral.
Gaun strapless Melania tersebut dilengkapi dengan sabuk besar berwarna lavender yang menonjolkan siluet tubuhnya.
Potongan gaun memiliki belahan tinggi di sisi kiri yang hampir mencapai di atas lutut, menambah kesan dramatis dan modern untuk sebuah acara formal kenegaraan.
Penampilannya dilengkapi dengan sepatu stiletto nude dan anting-anting menjuntai, serta rambut pirangnya yang tergerai bebas.
Menurut Marian Kwei, celebrity stylist dan kontributor Vogue, gaun yang dipilih Melania ini tergolong "sedikit berani" untuk acara dengan tingkat formalitas sekelas penyiaran kenegaraan.
Meskipun tidak ada aturan berpakaian tertulis khusus untuk perempuan dalam acara seperti ini, pemilihan gaun strapless dan warna cerah sangat berbeda dengan tradisi berpakaian formal Inggris yang cenderung konservatif.
Sementara itu, Raja Charles III dan Ratu Camilla memilih busana yang lebih tradisional dan resmi, dengan Ratu Camilla mengenakan gaun biru royal yang dihiasi batu safir dan permata, serta mengenakan mahkota kecil.
Kesan klasik dan anggun tersebut kontras dengan gaya berani Melania yang membuatnya menjadi sorotan media dan publik saat itu.
Selain fashion, kunjungan kenegaraan Trump ini juga memiliki makna penting dalam memperkuat hubungan bilateral Inggris-Amerika Serikat, dengan agenda-agenda politik dan ekonomi yang dibahas kedua negara.
Namun gaun kuning cerah Melania yang berani tersebut menjadi topik perbincangan hangat, sebagai bentuk ekspresi gaya pribadi yang unik dan mencolok di tengah acara yang sangat formal. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni