RADARTUBAN - Kimchi adalah makanan tradisional Korea berupa sayuran fermentasi yang telah menjadi bagian penting dari budaya dan kuliner Korea selama ribuan tahun.
Asal usul kimchi dapat ditelusuri hingga lebih dari 2000 tahun lalu, yakni sejak periode Tiga Kerajaan Korea (sekitar abad ke-4 sampai ke-9 Masehi).
Pada masa itu, makanan fermentasi sayuran sudah umum dilakukan sebagai cara mengawetkan bahan pangan, terutama menghadapi musim dingin yang panjang dan minim sayuran segar.
Pada awalnya, kimchi dibuat hanya dengan menggunakan garam untuk mengawetkan sayuran seperti kubis dan lobak.
Proses fermentasi kimchi dilakukan dengan cara memasukkan sayuran yang sudah digarami ke dalam wadah tertutup, biasanya guci tanah liat tradisional bernama onggi, dan menguburnya di dalam tanah untuk menjaga suhu agar fermentasi berjalan optimal.
Tradisi ini sudah tercatat dalam catatan sejarah Korea kuno, seperti dalam Samguk Sagi yang menyebutkan penggunaan toples acar untuk sayuran fermentasi.
Kimchi tradisional pada masa itu belum menggunakan cabai yang dikenal sekarang ini.
Cabai baru masuk ke Korea dari pedagang Portugis melalui Jepang pada abad ke-16, sehingga kimchi pun berkembang menjadi lebih pedas dan bahkan dijadikan ikon rasa khas kuliner Korea.
Selain kubis dan lobak, bumbu kimchi saat ini juga mengandung bawang putih, jahe, kecap ikan, dan bubuk cabai merah.
Selain sebagai makanan pendamping wajib di hampir setiap hidangan Korea, kimchi juga digunakan sebagai bahan utama untuk masakan lain seperti sup kimchi (kimchi jjigae) dan nasi goreng kimchi (kimchi bokkeumbap).
Kimchi juga memiliki ratusan variasi yang berbeda-beda tergantung daerah, bahan, dan musim, menjadikannya simbol keberagaman kuliner Korea yang kaya.
Fermentasi kimchi menghasilkan rasa asam, pedas, dan segar, serta memberikan manfaat kesehatan berkat kandungan probiotiknya.
Tradisi membuat dan mengonsumsi kimchi tidak hanya soal makanan, tetapi juga pengikat sosial dan budaya di masyarakat Korea yang diwariskan turun-temurun hingga kini.
Dengan sejarah panjang dan keunikannya, kimchi bukan sekadar makanan, melainkan warisan budaya Korea yang legendaris dan terus dinikmati di seluruh dunia. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama