RADARTUBAN - Pembalap asal Belanda, Max Verstappen akhirnya tak lagi bisa mengelak dari kenyataan.
Setelah meraih finis terdepan di GP Amerika Serikat akhir pekan lalu, pembalap 28 tahun tersebut kembali ke jalur kuat menuju gelar kelimanya secara beruntun.
Kebangkitan Red Bull sejak libur musim panas dan performa McLaren yang terus anjlok membuat Verstappen menjadi ancaman utama bagi Piastri dan Norris.
Tambahan 23 poin di Austin membuat jarak antara Verstappen dan Piastri yang berada di puncak klasemen kini hanya terpaut 40 poin.
Situasi ini membuat perebutan gelar juara semakin ketat, apalagi Norris yang berada di posisi kedua berhasil memangkas jarak dengan rekan satu timnya menjadi 14 poin, dengan lima balapan tersisa.
Setelah menepis peluangnya tentang juara dunia, untuk pertama kalinya pada tahun ini, Verstappen mengakui dirinya bukan hanya menjadi pelengkap.
Dia mengatakan kesempatan untuk memenangkan gelar kelimanya terbuka lebar.
“Kesempatannya ada. Kami harus menghadirkan akhir pekan seperti ini sampai garis finis,” ujarnya.
Kesempatan ini bukan tanpa alasan.
Pasalnya, pada GP Amerika Serikat, pemuncak klasemen sementara Oscar Piastri justru hanya mampu finis di posisi keenam, sedangkan Norris berhasil menjadi runner-up di belakang Verstappen.
Pada balapan utama, baik Verstappen maupun Norris sejatinya menunjukkan kecepatan yang hampir sama.
Hanya saja, peluang Norris untuk merebut posisi pimpinan lomba dari Verstappen harus pupus karena disalip oleh Charles Leclerc di awal balapan.
Hal tersebut membuat Norris kehilangan momentum dan harus puas menempati podium kedua, setelah pada akhir balapan dia berhasil mengambil alih posisinya dari tangan Leclerc.
Jelang lima balapan terkahir, peluang meraih gelar yang sebelumnya hilang kini perlahan muncul kembali.
Jika Verstappen terus konsisten finis pertama sedangkan para rivalnya goyah, bukan tidak mungkin Max Verstappen meraih gelar kelima secara beruntun. (*/lia)
Editor : radar tuban digital