Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ternyata Ini Alasan Sebenarnya Pesawat Tak Boleh Terbang di Atas Kakbah, Benarkah karena Medan Magnet?

M Robit Bilhaq • Senin, 27 Oktober 2025 | 00:05 WIB
Ilustrasi sebuah pesawat yang sedang melintas diatas kakbah.
Ilustrasi sebuah pesawat yang sedang melintas diatas kakbah.

RADARTUBAN - di dunia ini terdapat larangan pesawat dilarang terbang atau melewati beberapa daerah, salah satunya adalah di atas Kakbah.

Karena larangan tersebut, banyak orang mengira langit di atas Kakbah tidak boleh dilintasi pesawat karena daerah tersebut dianggap menyimpan medan magnet.

Apa fakta sebenarnya yang ada?

Menurut pemeriksa fakta AFP, para ahli geofisika dan penerbangan sipil memberikan penjelasan bahwasanya Ka'bah merupakan medan magnet sehingga tidak boleh dilintasi pesawat adalah salah.

Sebenarnya, larangan pesawat untuk melintas di atas Ka'bah adalah dengan alasan ideologis dan sebagai bentuk penghormatan terhadap tempat suci bagi umat Islam.

Persatuan Pilot Maskapai Nasional Prancis (SNPL) juga menjelaskan bahwa larangan terbang tersebut diizinkan oleh otoritas Saudi karena alasan ideologis dan untuk menghormati Kakbah.

Larangan ini mencakup wilayah udara di atas kota tersebut. Selain itu, kakbah juga dianggap suci, hanya umat Islam yang diperbolehkan memasuki kota itu.

Selain itu, larangan pesawat untuk melintas diatas kakbah tersebut karena khawatir suara bising dari mesin akan dipantulkan oleh gunung-gunung sekitar Ka'bah, dan dikhawatirkan akan mengganggu konsentrasi para jamaah yang sedang beribadah.

Pernyataan yang sama juga disampaikan oleh Situs web Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA).

"Tidak ada orang yang boleh mengoperasikan pesawat terbang di atas atau di sekitar area mana pun yang akan dikunjungi atau dilalui oleh penjaga dua masjid suci, atau tokoh masyarakat lainnya yang bertentangan dengan pembatasan yang ditetapkan oleh presiden dan diterbitkan dalam Pemberitahuan untuk Penerbang (NOTAM)," tulis GACA.

Namun, terkait larangan terbang diatas Mekkah tersebut terdapat beberapa pengecualian tertentu.
Terkadang, helikopter masih boleh untuk melitasi diatas kota tersebut untuk mengawasi keamanan para jamaah yang sedang menjalankan ibadah haji.

Peneliti senior di bidang dinamika fluida geologis di Institute of Physics of the Globe of Paris (IPGP), Julien Aubert, menjelaskan bahwa Bumi juga menyimpan medan magnet yang berasal dari inti cair di bagian tengahnya, tetapi lokasi tersebut keberadaannya tidak diatas Makkah.

Menurut peneliti geomagnetisme di IPGP, Vincent Lesur, magnet berarti medan gaya yang bekerja pada objek magnetik apa pun, memang di bumi terdapat anomali magnetik, namun anomali magnetik tersebut bukan berarti pesawat tidak bisa terbang di atasnya.

"Anomali magnet tidak mencegah pesawat untuk terbang di atasnya. Anomali itu paling banyak sering berdampak pada cara kerja kompas, tetapi pesawat jelas menggunakan sistem geolokasi yang lebih modern," kata Aubert. (*) 

Editor : Yudha Satria Aditama
#islam #kakbah #mekkah #pesawat #melintas #langit