RADARTUBAN - Federasi balap mobil dunia, FIA akhirnya resmi mengkonfirmasi bahwa seluruh tim Formula 1 telah mematuhi aturan batas biaya pada musim 2024 lalu.
Hanya saja, seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Aston Martin menjadi tim yang dinyanyikan melakukan pelanggaran prosedurual meskipun tergolong ringan.
Aturan batas biaya ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2021 untuk menyeimbangkan persaingan antara tim besar dan tim kecil di ajang F1.
Semula aturan ini membatasi tim untuk menghabiskan dana $145 juta, yang kemudian turun menjadi $135 juta di musim ini.
Setelah penyelidikan selama tujuh bulan penuh, FIA memastikan semua tim telah menyerahkan laporan keuangan mereka dengan penuh itikad baik dan kerja sama.
Seperti yang sudah disinggung di awal, Aston Martin mengalami kendala administratif dalam hal ini.
Tim asal Inggris tersebut gagal menyerahkan dokumen audit tepat waktu karena kendala yang terjadi di luar kuasa mereka.
Meskipun dokumen telah disiapkan, auditor eksternal tidak dapat menandatangani dokumen sebelum tenggat waktu 31 Maret.
Untuk mengatasi kasus ini, Aston Martin dan FIA telah menandatangani Accepted Breach Agreement (ABA) pada 29 September lalu.
FIA mengatakan tidak ada pinalti finansial yang dijatuhkan karena pelanggaran tersebut tidak memberikan dampak performa bagi tim.
Dengan hasil ini, FIA menegaskan kembali efektivitas aturan batasan biaya dalam F1 untuk menjaga keadilan bagi seluruh tim F1. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni