RADARTUBAN – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump tetap menggelar perayaan Halloween tahunan di Gedung Putih, Kamis malam (30/10).
Meskipun negara tengah menghadapi shutdown pemerintahan yang telah berlangsung selama 30 hari.
Perayaan Penuh Kemeriahan di Tengah Krisis
Dalam suasana yang meriah, ratusan tamu hadir dengan berbagai kostum menarik—mulai dari superhero populer, karakter film, hingga dinosaurus raksasa.
Anak-anak, keluarga pejabat, hingga staf pemerintahan berbaur menikmati pesta tahunan yang penuh dekorasi khas Halloween.
Meski begitu, Presiden Trump dan Melania tidak mengenakan kostum.
Mereka tampak membagikan permen dan Twizzlers yang dikemas dalam kotak bersegel lambang kepresidenan kepada para tamu yang mengantri di jalan masuk Gedung Putih.
Shutdown Tak Hentikan Tradisi Gedung Putih
Shutdown yang terjadi sejak 1 Oktober 2025 telah melumpuhkan sebagian besar layanan publik di Amerika Serikat.
Ribuan pegawai federal yang dianggap tidak esensial terpaksa cuti tanpa bayaran, sedangkan pegawai esensial tetap bekerja tanpa menerima gaji.
Meski begitu, tradisi tahunan Halloween di Gedung Putih tetap dilanjutkan sebagai bentuk simbolik solidaritas dan semangat bagi masyarakat.
Acara ini dihadiri oleh keluarga militer, penegak hukum, keluarga adopsi, serta pejabat pemerintah yang membawa anak-anak mereka untuk mengikuti kegiatan trick-or-treat.
Partisipasi dari Berbagai Lembaga Pemerintah
Berbagai lembaga federal seperti NASA, National Park Service, dan US Mint ikut berpartisipasi dalam acara tersebut dengan menghadirkan stan-stan interaktif dan edukatif bagi anak-anak.
Dekorasi Halloween di Gedung Putih pun dibuat megah dan tematik, menampilkan nuansa horor klasik dengan lampu temaram dan hiasan labu raksasa di sepanjang halaman utama.
Ketegangan Politik di Balik Kemeriahan
Shutdown yang berkepanjangan disebabkan oleh kebuntuan antara Partai Republik dan Demokrat dalam menyetujui anggaran pemerintahan.
Kondisi ini menimbulkan keresahan publik, terutama di kalangan pegawai negeri yang terdampak secara ekonomi.
Namun, di tengah ketegangan tersebut, Trump tetap melanjutkan tradisi sosial ini dengan alasan menjaga semangat dan kebersamaan rakyat Amerika, terutama anak-anak yang menantikan momen Halloween setiap tahun.
Tradisi Sosial yang Tetap Dipertahankan
Acara Halloween di Gedung Putih telah menjadi tradisi tahunan sejak era Presiden Dwight D. Eisenhower, dan selalu menjadi simbol keterbukaan Gedung Putih kepada publik.
Meskipun kali ini digelar dalam suasana politik yang menegang, pesta tersebut tetap berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme.
Bagi banyak keluarga yang hadir, momen ini menjadi pelipur lara di tengah krisis politik, sekaligus pengingat bahwa kebersamaan tetap bisa dirayakan, bahkan saat situasi negara sedang tidak stabil. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni