Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

SpaceX Dikabarkan Dapat Kontrak Rp 32 Triliun untuk Proyek Satelit Pertahanan AS

Andika Julia Perdana Putra • Senin, 3 November 2025 | 22:10 WIB
SpaceX dikabarkan teken kontrak dengan AS untuk buat satelit militer.
SpaceX dikabarkan teken kontrak dengan AS untuk buat satelit militer.

RADARTUBAN - Perusahaan milik Elon Musk yang berfokus pada eksplorasi luar angkasa, SpaceX dikabarkan akan menerima kontrak fantastis dari Amerika Serikat.

Menurut The Wall Street Jurnal, kontrak tersebut bernilai sekitar $2 miliar atau lebih dari Rp 32 triliun.

Menurut laporan, kontrak dengan pemerintah AS ini berkaitan dengan pengembangan satelit canggih berjumlah 600 unit.

Nantinya satelit buatan SpaceX ini akan digunakan untuk melacak rudal dan pesawat musuh sebagai bagian dari proyek ambisius Amerika bernama 'Golden Dome'.

Proyek ini lertama kali digagas oleh Trump pada bulan Mei kemarin dengan tujuan untuk membangun sistem pertahanan anti rudal yang dapat mencegat objek tersebut sebelum jatuh ke sasaran utama.

Konsepnya dikatakan akan mirip dengan Iron Dome yang telah digunakan oleh Israel selama bertahun-tahun.

Kendati begitu, Pentagon hingga kini tidak memberikan rincian teknis terkait cara kerja atau implementasi proyek ambisius ini.

Jika terealisasi, kontrak ini akan menjadi salah satu proyek yang mendukung pengembangan Golden Dome.

Selain SpaceX, perusahaan lain seperti Anduril Industries dan Palantir Technologies juga terlibat dalam proyek milik pemerintah AS itu.

Trump dikabarkan ingin melihat kemajuan signifikan dari pengembangan Golden Dome sebelum masa jabatannya berakhir sebagai Presiden Amerika Serikat.

Selain itu, Pentagon juga disebut memiliki rencana untuk memanfaatkan satelit SpaceX yang kini berjumlah sekitar 8 ribu unit untuk kepentingan komunikasi militer dan pelacakan kendaraan.

Kontrak dengan pemerintah AS inu menunjukkan SpaceX bukan hanya berbisnis pada bidang telekomunikasi saja, tetapi juga merambah ke industri militer. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Golden Dome #spacex #elon musk #Amerika Serikat #satelit #luar angkasa