Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Potensi Gelembung di Pasar Saham Global, Bank of England Serukan Kewaspadaan

Ika Nur Jannah • Sabtu, 8 November 2025 | 20:57 WIB
Bank of England menilai valuasi saham AI sudah berlebihan, potensi bubble bisa picu aksi jual besar-besaran
Bank of England menilai valuasi saham AI sudah berlebihan, potensi bubble bisa picu aksi jual besar-besaran

RADARTUBAN - Bank of England (BoE) mengeluarkan peringatan serius terkait potensi terbentuknya gelembung (bubble) di pasar saham global, terutama pada saham perusahaan teknologi yang fokus pada kecerdasan buatan (AI).

Valuasi saham yang saat ini dinilai terlalu tinggi ini, jika disertai penurunan optimisme terhadap sektor AI, berisiko memicu koreksi pasar yang tajam.

Dalam laporan risalah rapat terbarunya, BoE menyebut bahwa valuasi ekuitas global kini sudah mendekati level tertinggi sepanjang masa, yang didorong oleh kinerja gemilang emiten teknologi dari Amerika Serikat pada kuartal II tahun 2025.

Pangsa pasar lima perusahaan teratas dalam indeks S&P 500 mencapai hampir 30 persen, angka tertinggi dalam 50 tahun terakhir.

Bank sentral Inggris menegaskan, kenaikan harga saham perusahaan AI saat ini tampak sangat berlebihan dan rentan terhadap perubahan sentimen investor.

Apabila ekspektasi terhadap dampak AI berkurang, akan terjadi efek domino berupa aksi jual besar-besaran yang dapat mengguncang pasar secara luas.

Selain itu, Bank of England juga menyoroti sejumlah risiko eksternal yang dapat memperparah volatilitas pasar, seperti ketegangan geopolitik, fragmentasi pasar keuangan global, hingga tekanan di pasar utang negara.

Kondisi ini dinilai dapat memberikan dampak material pada Inggris sebagai ekonomi terbuka sekaligus pusat keuangan global.

BoE juga memperingatkan hambatan yang berpotensi menghambat kemajuan teknologi AI, mulai dari keterbatasan daya listrik, pasokan data, hingga gangguan rantai pasok komoditas penting.

Hal-hal tersebut berpotensi memicu penilaian ulang atas prospek pendapatan perusahaan teknologi.

Peringatan Bank of England juga datang bersamaan dengan sikap hati-hati dari sejumlah lembaga keuangan global.

Ketua The Federal Reserve AS, Jerome Powell, misalnya, menyebut valuasi aset saat ini cukup tinggi meskipun tanpa menyebut sektor tertentu.

Sementara itu, beberapa perusahaan produsen dan lembaga pembiayaan juga mulai menunjukkan tanda-tanda kesulitan yang menambah kekhawatiran pasar.

Hal ini menjadi sinyal penting bagi investor dan pengamat pasar agar waspada terhadap potensi risiko koreksi besar-besaran yang bisa mengguncang stabilitas keuangan global di masa mendatang. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#AI #Bank of England #perusahaan teknologi #pasar saham #BoE