Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Square Enix Lalukan Restrukturisasi Global, 140 Karyawan di Eropa Terancam PHK

Andika Julia Perdana Putra • Minggu, 9 November 2025 | 02:10 WIB

Square Enix lakukan PHK massal di wilayah Eropa dan Amerika Serikat.
Square Enix lakukan PHK massal di wilayah Eropa dan Amerika Serikat.

RADARTUBAN - Salah satu pengembang game yang paling populer, Square Enix, kembali melakukan langkah besar dalam upaya restrukturisasi global.

Setelah beberapa kali melakukan perampingan organisasi dalam beberapa tahun terakhir, terbaru perusahaan game asal Jepang itu dikabarkan kembali melakukan PHK massal di wilayah Eropa dan Amerika Serikat.

Menurut laporan, para karyawan yang terdampak diberi tahu bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari restrukturisasi mendasar organisasi di luar negeri.

Menurut perusahaan, PHK ini ditujukan untuk menjadikana Square Enix menjadi lebih efisien dan terfokus pada pasar Jepang.

Selain itu, langkah ini dilakukan agar perusahaan menjadi lebih ramping dana gesit dalam menghadapi tantangan industri game yang terus berubah.

Sekitar 140 karyawan yang berada di kantor Square Enix di London beresiko kehilangan pekerjaan, sedangkan jumlah karyawan yang terdampak di AS hingga kini belum dikonfirmasi.

Pemangkasan karyawan ini mencakup berbagai divisi mulai dari TI, pemasaran, penjualan, penerbitan, hingga QA.

Langkah ini bukan pertama kalinya dilakukan oleh Square Enix. Pasalnya, pada tahun 2024 lalu, perusahaan juga sempat menjual studio seperti Crystal Dynamics, Eidos-Montréal, dan Square Enix Montréal ke Embracer Group sebagai bagian dari upaya reorganisasi.

Menariknya, restrukturisasi ini dilakukan seiring dengan Square Enix yang memiliki rencana untuk mengintegrasikan AI dalam proses pengembangan game.

Perusahaan bahkan berambisi untuk mengotomatisasi tugas QA dan debugging hingga 70 persen pada tahun 2027.

Keputusan ini diyakini akan memangkas biaya produksi serta mempercepat produksi sebuah game.

Square Enix memperkirakan restrukturisasi ini akan menghemat lebih dari 3 miliar yen atau setara Rp 195 miliar per tahunnya.

Selain penghematan, langkah ini akan menandai semakin kuatnya Square Enix untuk menarik diri dari pasar game barat dan kembali berfokus di Jepang. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Game #industri game #square enix #efisiensi #phk #London