Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tesla Setujui Paket Kompensasi Fantastis, Elon Musk Selangkah Lagi Jadi Triliuner Pertama Dunia

Andika Julia Perdana Putra • Minggu, 9 November 2025 | 03:10 WIB
Elon Musk berpeluang menjadi orang pertama yang menyandang status triliuner.
Elon Musk berpeluang menjadi orang pertama yang menyandang status triliuner.

RADARTUBAN - Para pemegang saham Tesla akhirnya memberikan lampu hijau untuk rencana kompensasi ambisius yang dapat menjadikan CEO Elon Musk sebagai triliuner pertama dalam sejarah.

Dalam pemungutan suara tahunan yang digelar di Austin, Texas, lebih dari 75 persen pemegang saham mendukung paket senilai $1 triliun, meskipun menuai protes dari sejumlah kalangan.

Rencana kompensasi ini akan bersifat "all or nothing'. Itu artinya Elon Musk hanya akan menerima kompensasi tersebut jika dia mampu memenuhi target ekstrem yang ditetapkan oleh dewan direksi Tesla.

Beberapa target ini meliputi tugas untuk menaikkan nilai pasar Tesla hingga $8,5 triliun, menjual satu juta robot humanoid, hingga menyiapkan rencana suksesi kepemimpinan Tesla di masa depan.

Kedati peluang ini terbuka lebar, tetapi perjalanan Musk untuk meraih status triliuner jelas tidak mudah.

Apalagi saat ini Tesla menghadapi sejumlah tantangan besar mulai dari penurunan penjualan hingga 50 persen di Jerman, laba yang menyusut pada kuartal tiga tahun ini, serta berbagai penyelidikan yang dilakukan oleh otoritas AS.

Tetapi, hasil pemungutan suara menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap Musk masih tinggi, meski reputasinya kerap menjadi sorotan publik.

Banyak yang beranggapan bahwa insentif besar ini akan membuat Musk lebih fokus pada Tesla dibandingkan mengelola SpaceX dan xAI.

Hanya saja tidak semua pihak setuju akan hal ini. Dua lembaga pengawas perusahaan ternama, Institutional Shareholder Services (ISS) dan Glass Lewis, menolak rencana tersebut dengan alasan bahwa dewan direksi terlalu bergantung pada sosok Elon Musk.

Menurut analis, keputusan ini akan menjadi ujian besar bagi Tesla dan Musk sendiri.

Jika dia berhasil membawa Tesla ke level nilai pasar yang ditargetkan, bukan hanya rekor baru yang hadir, tapi juga babak baru dalam sejarah kapitalisme modern. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#saham tesla #texas #Triliuner pertama dalam sejarah #spacex #kompensasi #elon musk #xAI