RADARTUBAN - Pembalap legendaris Formula 1, Lewis Hamilton mengaku kehabisan kata-kata setelah mengalami salah satu akhir pekan terburuk dalam ajang jet darat itu musim ini.
Juara dunia tujuh kali ini harus keluar trek lebih awal pada GP Brasil karena kerusakan floor di mobilnya.
Kerusakan ini diduga terjadi setelah serangkaian nasib apes yang dialami oleh Hamilton.
Sejak awal balapan dia bersenggolan dengan Carlos Sainz di tikungan 1 sebelum akhirnya mengalami insiden besar ketika menabrak Franco Colapinto di lurusan start-finis sirkuit Interlagos.
Tabrakan dengan Colapinto membuat bagian depan mobilnya rusak parah. Selain itu Hamilton mendapatkan pinalti 5 detik setelah dianggap bersalah atas kejadian tersebut.
Karena kerusakan yang diderita oleh mobil Hamilton cukup masif, Ferrari memutuskan untuk menyudahi balapan Hamilton lebih awal setelah 37 lap berada di sirkuit.
Hasil ini jelas memperpanjang tren buruk bagi Hamilton yang hingga saat ini belum meraih satu podium pun bersama tim kuda jingkrak itu.
Selain itu, Hamilton juga tertinggal jauh dari rekan setimnya, Charles Leclerc di klasemen pembalap sementara.
Hamilton menganggap akhir pekannya di Brasil ini sebagai mimpi buruk. Kendati begitu, dia menegaskan akan kembali bangkit dan terus mencoba menampilkan performa terbaik bagi Ferrari di sisa musim ini.
Tidak hanya Hamilton, nasib sial juga di alami oleh Charles Leclerc. Rekan satu tim Hamilton itu harus gagal finis setelah di tabrak oleh pembalap muda Mercedes, Kini Antonelli pada sebuah insiden di lap keenam.
Padahal Leclerc menunjukkan performa yang impresif selama akhir pekan di Brasil dengan finis kelima di Sprint Race dan start dari posisi tiga di balapan utama.
Meskipun mendulang hasil yang mengecewakan, Hamilton tetap berusaha melihat semuanya secara positif.
Performa impresif Leclerc membuat Hamilton percaya bahwa tim masih punya sesuatu yang luar biasa yang dapat ditunjukkan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni