RADARTUBAN - Pada ajang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg, Afrika Selatan, Wakil Presiden Indonesia Gibran Rakabuming Raka membuka pidatonya dengan menyampaikan salam hangat dari Presiden Prabowo Subianto kepada Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa.
Pada KTT yang digelar Sabtu, (22/11) itu, Gibran juga mengapresiasi perizinan dan penyelenggaraan yang luar biasa dari pemerintah Afrika Selatan sebagai tuan rumah KTT yang pertama kali digelar di benua Afrika ini.
Dia menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi momen bersejarah yang menunjukkan perkembangan negara tidak lagi sekadar sebagai penonton, tetapi menjadi mitra aktif dalam tata kelola global bersama negara maju.
Dalam pidato perdananya di forum internasional tersebut, Gibran memamerkan keberhasilan Indonesia dalam inovasi sistem pembayaran digital, yakni Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Gibran menyebut QRIS sebagai solusi digital yang sederhana dan berbiaya murah yang dapat mendorong partisipasi ekonomi dan mengurangi kesenjangan.
Lebih jauh lagi, Gibran juga menunjukkan perkembangan teknologi keuangan digital lainnya seperti kripto dan token digital.
Serta menekankan pentingnya dialog global di antara negara-negara G20 untuk mengatasi risiko yang terkait dengan inovasi tersebut dengan pendekatan yang terukur.
Gibran melanjutkan dengan menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi global harus berkeadilan dan inklusif.
Serta mengajak negara-negara anggota G20 untuk memperluas fokus pembiayaan berkelanjutan agar tidak hanya memperhatikan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, tetapi juga mengatasi kesenjangan sosial dan ekonomi yang ada.
Dia mengingatkan bahwa setiap negara memiliki hak untuk menentukan jalur pembangunan sendiri sesuai kebutuhan dan konteks nasional masing-masing.
Pidato Gibran mengapresiasi peran Afrika Selatan yang memimpin G20 melewati tahun-tahun penuh tantangan.
Sekaligus menegaskan bahwa KTT di Afrika ini melambangkan pergeseran penting dalam peran negara berkembang dalam tatanan ekonomi dan politik dunia.
Gibran berharap KTT ini dapat memperkuat kolaborasi antara negara-negara berkembang dan maju untuk menciptakan masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi semua. (*)