RADARTUBAN – Sebuah perkembangan besar terjadi dalam upaya mengakhiri perang Rusia–Ukraina.
Pemerintah Ukraina resmi menyetujui kerangka perjanjian damai yang disusun bersama Amerika Serikat, menandai langkah penting menuju penghentian konflik yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Kesepakatan itu muncul setelah rangkaian diskusi intensif antara delegasi Ukraina dan AS di Jenewa, Swiss, yang disebut sebagai terobosan penting dalam merumuskan solusi damai yang adil serta berkelanjutan bagi kedua pihak.
Baca Juga: Usulan Perdamaian Trump Ditolak Ukraina, tapi Putin Sambut Positif
Ada Kemajuan, Namun Detail Perlu Disempurnakan
Menurut pihak Ukraina, garis besar perjanjian telah mencapai titik temu.
Meski masih ada beberapa detail teknis yang perlu dipoles, kedua negara sepakat bahwa rencana damai harus tetap menjunjung tinggi kedaulatan Ukraina dan memastikan stabilitas jangka panjang.
Keduanya juga berkomitmen untuk terus menyelaraskan posisi dan menyempurnakan dokumen kerja sama tersebut dalam beberapa hari mendatang.
Baca Juga: Semakin Memanas, Zelenskyy Tegaskan Ukraina Tak Akan Lepas Wilayah ke Rusia
Sejumlah Konsesi untuk Rusia Masuk Dalam Draft
Perjanjian damai ini memuat sejumlah poin yang menjadi tuntutan utama Rusia. Beberapa klausul penting yang diajukan antara lain:
- Pengakuan de facto atas Krimea, Luhansk, dan Donetsk sebagai wilayah Rusia.
- Status netral bagi Ukraina, yang berarti negara tersebut tidak dapat bergabung dengan NATO.
- Pengurangan kekuatan militer Ukraina, termasuk penarikan pasukan dari beberapa titik tertentu sebagai bagian dari mekanisme gencatan senjata dan pembentukan zona penyangga.
Isi perjanjian tersebut masih menunggu pembahasan lanjutan, namun menjadi fondasi utama dari proses negosiasi kedua negara.
Trump Optimistis Perang Segera Berakhir
Presiden AS Donald Trump menyampaikan keyakinannya bahwa perang Rusia–Ukraina akan segera mencapai garis finis.
Ia menyebut kemajuan perundingan di Jenewa sebagai langkah terbesar menuju perdamaian sejak invasi Rusia dimulai pada 2022.
Pemerintah Ukraina juga menegaskan akan terus berkoordinasi dengan AS untuk memastikan bahwa kesepakatan akhir nantinya dapat memberikan rasa aman sekaligus keuntungan bagi pihaknya.
Masih Banyak Tahapan Sebelum Benar-Benar Damai
Meskipun kabar ini disambut positif oleh komunitas internasional, para pengamat menekankan bahwa jalan menuju perdamaian masih panjang.
Kesepakatan final memerlukan persetujuan resmi dari Rusia serta proses implementasi yang kompleks.
Negosiasi tambahan dan verifikasi di lapangan akan menjadi tahap krusial sebelum perang benar-benar dinyatakan berakhir. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni