RADARTUBAN - Masalah Visa Iran di Undian Piala Dunia 2026 menjadi perhatian besar menjelang pengundian turnamen di Washington, D.C.
Persoalan administrasi ini kembali menyoroti hubungan politik kedua negara, terutama karena acara Undian Piala Dunia diharapkan dihadiri delegasi dari seluruh federasi peserta.
Situasi pelik tersebut juga menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan panitia dalam memastikan akses yang adil bagi semua negara peserta.
Baca Juga: FIFA Peace Prize dan Kejutan Besar Menjelang Pengundian Piala Dunia 2026
Iran Hadapi Hambatan Visa di Amerika Serikat
Menjelang acara resmi tersebut, sejumlah laporan menyebut bahwa Timnas Iran dan pejabat federasinya mengalami hambatan serius terkait Visa Amerika Serikat.
Meski atlet, pelatih, dan keluarga inti seharusnya mendapatkan pengecualian, beberapa pejabat kunci justru disebut tidak memperoleh izin masuk.
Hal ini memperkuat dugaan bahwa urusan politik masih memiliki dampak signifikan terhadap kegiatan olahraga internasional.
Menurut laporan media lokal Iran, daftar sembilan nama yang diajukan federasi hanya disetujui sebagian.
Pemerintah Amerika Serikat, yang sejak lama memasukkan Iran dalam daftar negara dengan pembatasan perjalanan, hanya menyetujui beberapa permohonan Visa Amerika Serikat tersebut.
Situasi ini membuat Timnas Iran dan federasinya mempertimbangkan langkah-langkah lanjutan.
Delegasi Iran Ancaman Boikot Undian
Keputusan pemerintah AS memicu reaksi keras dari pihak Iran. Meski empat pejabat telah menerima Visa Amerika Serikat—termasuk pelatih Amir Ghalenoei—beberapa tokoh penting seperti presiden federasi Mehdi Taj justru tidak mendapatkan izin.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa delegasi Timnas Iran tidak akan hadir pada acara Undian Piala Dunia.
Perwakilan Iran, Amir Mehdi Alavi, menegaskan kembali posisi negaranya. Ia menyampaikan, “Dengan segala hormat kepada tim nasional Iran, jika visa diterbitkan untuk menghadiri acara undian dan mendiskusikan kunjungan serta penentuan kamp tempat tinggal, delegasi Iran akan pergi ke lokasi undian. Jika tidak, setelah segera dan jelas memberi tahu FIFA tentang kemungkinan keputusan tidak sportif dan politis dari pihak tuan rumah terkait acara tersebut, delegasi Iran tidak akan menghadiri undian Piala Dunia.”
Pernyataan tersebut mempertegas bahwa Masalah Visa Iran di Undian Piala Dunia 2026 bukan persoalan kecil.
Boikot menjadi opsi apabila enam nama yang belum memperoleh visa tidak diberi izin masuk Amerika Serikat.
FIFA dan Negara Tuan Rumah Diminta Bertindak
Dengan Amerika Serikat menjadi tuan rumah untuk 78 dari 104 pertandingan, termasuk final, kelancaran akses seluruh peserta menjadi perhatian global.
Sistem baru bernama FIFA Prioritised Appointment Scheduling System (Pass) bahkan telah disiapkan untuk mempercepat proses visa bagi penonton.
Namun bagi delegasi resmi seperti Timnas Iran, tantangan tetap ada, terutama karena masalah politik yang rumit.
Situasi ini menegaskan perlunya transparansi dan keadilan dalam penyelenggaraan turnamen internasional.
Masalah Visa Iran di Undian Piala Dunia 2026 akhirnya menjadi pengingat bahwa politik dan olahraga sering kali berada dalam ruang yang sama, sekaligus menuntut FIFA memastikan bahwa setiap negara peserta diperlakukan secara adil sesuai prinsip olahraga. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni