RADARTUBAN - Penasihat Red Bull Racing, Helmut Marko dipastikan akan pensiun dari posisinya pada akhir tahun ini.
Meskipun kontrak Helmut berlaku hingga akhir musim depan, tetapi setelah bertemu dengan jajaran manajemen tim di Abu Dhabi, pria berumur 82 tahun itu memutuskan untuk menyudahi karirnya di F1.
Sejak GP Abu Dhabi akhir pekan lalu, masa depan Helmut Marko telah memicu banyak spekulasi.
Tetapi berbeda dari kabar sebelumnya, kali ini Marko menegaskan bahwa dirirnya tidak akan bertahan sesuai kontrak di Red Bull.
Marko menambahkan ada beberapa hal kompleks yang harus dipikirkan sebelum akhirnya memilih untuk pensiun.
Pertemuan di hari Senin (8/12) kemarin melibatkan CEO olahraga Red Bull, Oliver Mintzlaff.
Pensiunnya Marko membuat Red Bull tengah menata ulang struktur organisasinya agar lebih siap menghadapi ajang F1 di masa depan.
Kepala tim Red Bull, Laurent Mekies mengisyaratkan akan adanya perubahan luas di tubuh timnya, baik dari sisi teknis maupun kepempimpinan.
Kabar yang beredar menyebut perusahaan induk Red Bull yang berpusat di Austria menginginkan kendali lebih besar terhadap jalannya operasi F1, termasuk melibatkan Mintzlaff secara langsung.
Pensiunnya Helmut Marko menandai berakhirnya era penting yang dimulai sejak tahun 2005.
Dia telah berperan besar dalam membentuk Red Bull Racing menjadi kekuatan utama di F1. Apalagi program junior tim tersebut telah melahirkan banyak talenta balap seperti Sebastian Vettel dan Max Verstappen.
Bahkan Helmut Marko menjadi tokoh utama yang memberikan Verstappen debut ke F1 pada tahun 2015, sekaligus menutup rencana Mercedes yang ingin menempatkan pembalap Belanda itu di F2.
Atas hal tersebutlah, hubungan Marko dengan Verstappen dikenal sangat solid apalagi Verstappen pernah membela Marko saat terlibat konflik internal pada tahun 2024 lalu.
Hanya saja musim ini menjadi musim terakhir Verstappen berkolaborasi dengan Helmut Marko setelah dia menyatakan untuk pensiun. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni