RADARTUBAN - Proyek film Labubu resmi digarap Sony Pictures dengan menunjuk sutradara Paul King, yang dikenal melalui kesuksesan Paddington dan Wonka, untuk memimpin produksi live-action ini.
Pengumuman ini menandai langkah besar fenomena boneka viral asal China menuju layar lebar, menyusul akuisisi hak adaptasi oleh studio Hollywood tersebut.
Sony Pictures mulai mengembangkan film Labubu sejak November lalu, terinspirasi popularitas mainan ini yang meledak berkat strategi "blind box" dari Pop Mart.
Paul King tidak hanya menyutradarai, tapi juga memproduseri bersama Department M dan Wenxin She, memanfaatkan rekam jejaknya meraih lebih dari US$1,1 miliar dari tiga film sebelumnya.
Proyek masih dalam tahap awal, dengan potensi jadi franchise keluarga penuh imajinasi seperti Barbie.
Profil Sutradara Paul King
Paul King sukses besar dengan Paddington 1 dan 2 yang meraup hampir US$500 juta secara global, serta Wonka (2023) yang dibintangi Timothée Chalamet dan menembus US$635 juta.
Keahliannya menggabungkan efek visual canggih dan cerita emosional menjadikannya pilihan tepat untuk Labubu, kreasi seniman Hong Kong Kasing Lung yang terinspirasi karya Nordik.
King juga menulis ikut naskah Paddington 3, menambah kredibilitasnya di genre fantasi.
Asal-usul Labubu
Labubu lahir dari seri buku bergambar "The Monsters" karya Kasing Lung 10 tahun lalu, diproduksi How2Work sebelum Pop Mart eksklusifkan sejak 2019.
Boneka monster ini viral lewat unboxing media sosial dan endorsement selebriti, bahkan edisi terbatas terjual ratusan ribu dolar di lelang.
Film adaptasi ini diharapkan ulangi tren mainan IP seperti Minions atau Super Mario Bros Movie (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni