Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Di Negara Ini Bisnis Sex Shop Mengalami Perkembangan Pesat, Warga Banyak yang Minat

M Robit Bilhaq • Rabu, 24 Desember 2025 | 21:10 WIB
Ilustrasi Sex Shop yang berkembang semakin pesat.
Ilustrasi Sex Shop yang berkembang semakin pesat.

RADARTUBAN - Di tengah kuatnya arus konservatisme yang masih menyelimuti sebagian besar wilayah benua Afrika, Afrika Selatan muncul sebagai sebuah anomali yang ramai dibicarakan.

Salah satunya melalui pesatnya perkembangan bisnis ritel alat bantu seksual atau sex shop, yang saat ini bisnis tersebut mulai merambah pasar arus utama di negeri tersebut.

Industri yang sebelumnya terkesan tertutup dan bergerak tanpa terlihat tersebut telah bertransformasi secara radikal menjadi butik gaya hidup kelas atas.

Di kota besar seperti salah satunya adalah Johannesburg, iklan toko-toko tersebut dapat ditemukan terpampang jelas di lampu jalan pemukiman elit.

Fenomena tersebut menjadi pemandangan yang sangat jarang ditemui di negara Afrika yang lain, mengingat bisnis tersebut sering kali masih dilarang atau dianggap sebagai hal yang sangat tabu.

Prtumbuhan bisnis sektor sex shop tersebut di Afrika Selatan sejatinya tidak dapat dilepaskan dari sejarah politik panjang negara tersebut, terutama sejak berakhirnya masa apartheid.

Afrika Selatan dikenal sebagai masyarakat penganut Calvinis yang sangat ketat pada masa apartheid, di mana segala bentuk pornografi dan dianggap sebagai barang ilegal yang dapat menjebloskan pelakunya ke dalam penjara.

Namun, gelombang liberalisasi hukum mulai terjadi sejak pelaksanaan pemilihan umum demokratis pertama pada tahun 1994, yang kemudian membuka pintu bagi legalisasi pornografi, pernikahan lintas budaya, hingga pengakuan hak-hak sipil lainnya.

Perubahan regulasi tersebutlah yang kemudian menjadi fondasi bagi industri dewasa seperti sex shop tersebut terus mengalami pertumbuhan secara legal di negara tersebut, yang kemudian memicu perubahan total pada wajah toko-toko tersebut dalam beberapa dekade berikutnya.

Jika pada tahun 2010 an toko - toko identik dengan bilik tontonan porno untuk pria.

Saat ini industri tersebut telah bertransformasi menjadi toko dewasa yang bersih dan modern dengan desain interior yang mengadopsi tampilan butik kosmetik kelas atas.

Fokus pasar industri tersebut juga telah mengalami pergeseran secara signifikan untuk lebih menyasar konsumen wanita dan pasangan.

Dengan menawarkan produk yang lebih beragam seperti alat bantu kesehatan seksual berkemasan diskrit, minyak pijat, hingga permainan papan bertema dewasa tanpa menyertakan konten pornografi fisik.

Luvland, adalah salah satu seorang pemain utama di industri ini, yang saat ini Luvland telah mengoperasikan 80 butik di seluruh Afrika Selatan di bawah kepemimpinan Patrick Meyer yang mendapatkan inspirasi dari kesuksesan novel Fifty Shades of Grey dalam membuka topik seksualitas di ruang publik.

Saat ini perusahaan tersebut mempekerjakan sekitar 250 karyawan dan menargetkan pertumbuhan hingga 100 gerai fisik karena keberadaan toko luring dianggap tetap penting untuk memberikan edukasi langsung mengenai keamanan produk kepada para pelanggan.

Meskipun basis pelanggan terbesar saat ini masih dipegang oleh populasi kulit putih, para pelaku usaha mulai aktif melakukan penetrasi ke populasi kulit hitam melalui pendekatan edukasi budaya yang lebih inklusif.

Dominic Mabaso, selaku pemilik toko HunnyBunn, menjelaskan bahwasanya saat semakin banyak warga kulit hitam yang mulai merasa nyaman untuk membeli produk-produknya tersebut, karena mereka merasa lebih aman di ruang yang dikelola oleh sesama warga kulit hitam yang mampu menormalisasi topik tersebut.

Semakin memudarnya stigma sosial yang selama ini membayangi, industri sex shop kedepannya diprediksi akan terus mengalami penguatan di masa depan seiring dengan meningkatnya rasa penasaran dan keberanian konsumen untuk mencoba hal-hal baru dalam kehidupan personal mereka. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#afrika selatan #bisnis #ekonomi #ritel #meningkat #sex shop