Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bank Sentral Suriah Luncurkan Mata Uang Baru, Dua Angka Nol Pound Suriah Resmi Dihapus

Andika Julia Perdana Putra • Kamis, 1 Januari 2026 | 21:05 WIB
Suriah resmi mereformasi keuangan mereka dengan meluncurkan mata uang baru.
Suriah resmi mereformasi keuangan mereka dengan meluncurkan mata uang baru.

RADARTUBAN - Bank Sentral Suriah resmi meluncurkan kebijakan baru sebagai reformasi moneter dengan memperkenalkan mata uang baru bersama dengan dihapusnya dua angka nol dari pound Suriah.

Kebijakan ini diumumkan dalam konferensi pers di Damaskus dan menjadi upaya pemulihan ekonomi pasca konflik dalam negeri yang berkepanjangan.

Gubernur Bank Sentral Suriah, Abdulkader Husrieh mengatakan setiap 100 pound lama Suriah akan dikonversi menjadi 1 pound Republik Arab Suriah yang baru.

Selain itu, Husrieh mengatakan masa transisi ke mata uang baru akan berlangsung selama 90 hari.

Dalam masa transisi tersebut, baik mata uang lama atau mata uang baru akan beredar bersamaan sebelum sepenuhnya berganti ke sistem baru.

Sedangkan periode 90 hari tersebut dapat diperpanjang sesuai dengan kondisi pasar di Suriah.

Akibat perubahan ini, seluruh saldo perbankan akan otomatis dikonversi mulai awal tahun depan.

Kendati begitu, otoritas Suriah memastikan nilai uang yanv beredar akan tetap sama, tanpa penambahan maupun pengurangan nilai.

Masyarakat juga dapat menukarkan uang lama mereka ke uang baru secara gratis tanpa adanya biaya tambahan, pajak, atau komisi apapun.

Menurut Husrieh, langkah ini bukan hanya simbol, tetapi menjadi tonggak penting untuk memulihkan kepercayaan publik dan mencapai stabilitas ekonomi Suriah dalam jangka panjang. Dia menegaskan kebijakan Bank Sentral berlandaskan disiplin keuangan guna menutup ruang bagi inflasi.

Bank Sentral mewajibkan seluruh sektor publik dsn swasta untuk menyesuaikan sistem harga, gaji, serta kewajiban keuangan lain berdasarkan kurs resmi.

Sedangkan untuk mencegah spekulasi liar, buletin nilai tukar akan diterbitkan dalam dua mata uang selama masa transisi.

Uang kertas baru akan dicetak oleh perusahaan internasional untuk meminimalkan risiko pemalsuan, sementara reformasi lanjutan diarahkan agar sistem keuangan Suriah selaras dengan standar internasional.

Reformasi ini berjalan seiring dengan perubahan politik Suriah setelah runtuhnya pemerintahan lama dibawah Bashar al-Assad.

Pemerintah baru dibawah presiden Ahmed al-Sharaa berharap kebijakan ini dapat memperbaiki kondisi ekonomi Suriah yang terpuruk akibat sanksi, perang, dan isolasi dari dunia luar. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#suriah #bank sentral suriah #damaskus #pound suriah #mata uang baru