RADARTUBAN - Pasukan Amerika Serikat (AS) Donalt Trump berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, dalam operasi militer besar-besaran di Caracas pada Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat.
Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi penangkapan tersebut melalui Truth Social, menyebut Maduro dan istrinya langsung diterbangkan ke luar negeri.
Jaksa Agung AS Pam Bondi menyatakan Maduro dijerat atas dakwaan serius.
Skenario Pertama: Konspirasi Internal
Konspirasi orang dalam menjadi kemungkinan besar, di mana tokoh senior militer atau keamanan Venezuela menarik dukungan dari Maduro secara diam-diam.
Mereka membatasi gerak Maduro dan membuka akses bagi agen AS untuk bertindak tanpa perlawanan besar.
Skenario ini memungkinkan penangkapan kilat tanpa bentrokan terbuka di ibu kota.
Skenario Kedua: Serangan Pasukan Khusus
Pasukan khusus AS melancarkan serangan cepat dan senyap ke lokasi persembunyian Maduro, didukung intelijen akurat real-time serta kendali sementara ruang udara Venezuela.
Eksekusi supercepat menghindari eskalasi bentrokan skala besar, terutama di Caracas yang padat. AS punya pengalaman operasi serupa, seperti penangkapan target prioritas di masa lalu.
Skenario Ketiga : Jebakan Penipuan
Maduro terjebak melalui skema penipuan yang cermat, ditangkap saat berada di situasi yang dianggap aman seperti mediasi atau perjalanan medis.
Bukan serbuan langsung ke istana, tapi pengelabuan membuatnya lengah terhadap kehadiran pasukan AS. Pendekatan ini memastikan penangkapan tanpa perlawanan yang signifikan. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama