Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

AS Disebut Luncurkan Serangan Besar, Trump Akan Kelola Sumber Minyak di Venezuela

Siti Rohmah • Minggu, 4 Januari 2026 | 18:14 WIB
Api membakar kompleks militer Fuerte Tiuna di Caracas setelah serangkaian ledakan menyusul operasi militer Amerika Serikat terhadap Venezuela, Sabtu (3/1).
Api membakar kompleks militer Fuerte Tiuna di Caracas setelah serangkaian ledakan menyusul operasi militer Amerika Serikat terhadap Venezuela, Sabtu (3/1).

RADARTUBAN - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa militer AS telah melakukan operasi serangan terhadap Venezuela dan mengamankan Presiden Nicolas Maduro.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui platform Truth Social pada Sabtu (3/1).

“Amerika Serikat telah sukses melaksanakan serangan berskala besar terhadap Venezuela,” tulis Trump. 

Dia juga mengklaim bahwa Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari wilayah Venezuela.

Namun demikian, klaim mengenai penangkapan Maduro tersebut hingga kini belum dapat dikonfirmasi secara independen oleh sumber lain.

Trump menyebutkan bahwa pihaknya akan memberikan penjelasan lebih lanjut dalam konferensi pers yang dijadwalkan berlangsung di kediamannya di Mar-a-Lago, Florida, pada pukul 11.00 waktu setempat atau sekitar pukul 23.00 WIB.

Sementara itu, situasi di Venezuela dilaporkan memanas.

Media lokal menyebutkan bahwa warga dikejutkan oleh sejumlah ledakan keras yang terdengar di berbagai wilayah pada Sabtu dini hari, di tengah meningkatnya ketegangan antara Caracas dan Washington.

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan kepulan asap tebal di sejumlah titik di ibu kota Caracas, disertai suara sirene peringatan serangan udara.

Laporan setempat menyebutkan sedikitnya tujuh ledakan terjadi, sementara pesawat tempur terlihat terbang rendah di atas wilayah kota.

Gangguan listrik juga dilaporkan melanda beberapa kawasan Caracas, termasuk wilayah selatan yang berdekatan dengan salah satu pangkalan militer utama.

Menanggapi perkembangan tersebut, Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil mengecam keras apa yang ia sebut sebagai agresi militer Amerika Serikat terhadap negaranya.

Melalui pernyataan di Telegram, Gil menegaskan bahwa Republik Bolivarian Venezuela menolak dan mengutuk tindakan militer terbuka AS yang dinilai menyerang wilayah dan rakyat Venezuela.

Dia juga menyampaikan bahwa Presiden Nicolas Maduro telah menginstruksikan penerapan penuh rencana pertahanan nasional serta mengaktifkan sistem pertahanan menyeluruh untuk merespons serangan tersebut. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#as #militer #venezuela #donald trump #maduro