Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

China Kembangkan Pil Panjang Umur yang Diklaim Dapat Memperpanjang Hidup Hingga Usia 150 Tahun

Amaliya Syafithri • Jumat, 9 Januari 2026 | 10:10 WIB
Ilustrasi Pil
Ilustrasi Pil

RADARTUBAN- Ilmuwan dan startup bioteknologi di China kini menjadi sorotan dunia setelah mengklaim telah berhasil mengembangkan “pil panjang umur” yang berpotensi memperpanjang harapan hidup manusia hingga 150 tahun.

Penelitian ini dipimpin oleh Lonvi Biosciences, sebuah perusahaan rintisan berbasis di Shenzhen yang fokus pada riset umur panjang dan anti-penuaan.

Menurut laporan media, pil ini dirancang untuk menargetkan sel-sel tua yang disebut “sel zombi”.

Sel zombi adalah sel yang berhenti membelah namun tetap aktif dan memicu peradangan dalam tubuh, salah satu faktor penuaan dan penyakit kronis.

Dengan menyingkirkan sel-sel ini, pil diharapkan dapat memperlambat proses penuaan dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Komponen utama obat ini adalah procyanidin C1 (PCC1), sebuah molekul alami yang diambil dari ekstrak biji anggur.

Berdasarkan uji internal yang dilakukan Lonvi Biosciences, tikus laboratorium yang diberi PCC1 menunjukkan peningkatan harapan hidup sekitar 9,4 persen secara keseluruhan dan 64,2 persen lebih lama sejak awal perawatan dibanding tikus yang tidak mendapat perlakuan.

Hasil ini mendorong para peneliti untuk terus mengeksplorasi kemungkinan efek yang sama pada manusia.

CEO Lonvi Biosciences, Ip Zhu, menyebut pil ini bukan sekadar suplemen biasa, tetapi sebuah terobosan besar dalam bioteknologi anti-penuaan.

Menurutnya, jika dikombinasikan dengan gaya hidup sehat dan layanan medis berkualitas, pil ini pada akhirnya bisa membantu manusia hidup lebih dari 100 tahun dan mungkin mencapai 150 tahun.

Namun, klaim ini tetap menuai skeptisisme dari kalangan ilmuwan internasional.

Meskipun beberapa penelitian tentang anti-aging menunjukkan hasil menjanjikan pada hewan, para peneliti lain menekankan bahwa memperpanjang usia manusia hingga 150 tahun masih menghadapi tantangan ilmiah dan etika besar sebelum dapat dianggap nyata.

Banyak pakar memperingatkan bahwa hasil pada hewan belum tentu berlaku langsung pada manusia, dan dibutuhkan studi klinis bertahun-tahun untuk mengukur keamanan serta efektivitasnya.

Selain itu, China sendiri memiliki sejarah panjang dalam mencari eliksir kehidupan yang panjang atau bahkan abadi.

Dalam sejarah kuno China, pencarian “pil keabadian” telah menjadi bagian penting dari alkimia dan budaya Taoisme, meskipun tidak berhasil secara ilmiah pada masa lalu.

Dengan meningkatnya minat terhadap penelitian umur panjang di seluruh dunia, termasuk investasi teknologi dan biotek dari berbagai negara, penelitian seperti yang dilakukan Lonvi Biosciences menunjukkan bagaimana batasan antara fiksi dan sains modern semakin kabur.

Namun, realitas penggunaan pil ini secara luas pada manusia masih jauh dari kepastian ilmiah. (*)

 

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Anti-Penuaan #PCC1 #China #Pil anti aging #Pil panjang umur