RADARTUBAN - Insiden tragedi pembunuhan yang dilakukan oleh agen Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) terhadap seorang ibu rumah tangga di Minneapolis, Minnesota, memicu kemarahan luas di kalangan masyarakat dan pejabat lokal.
Kejadian ini terjadi di tengah operasi besar-besaran penegakan imigrasi yang digarap pemerintahan Presiden Donald Trump.
Korban, Renee Nicole Good (37), terbunuh di tempat, meninggalkan anak yang berusia enam tahun dalam duka yang mendalam.
Kronologi Kejadian
Pada Rabu (7/1), agen ICE melancarkan razia skala besar di wilayah selatan Minneapolis untuk menangkap imigran ilegal, termasuk di sekitar Sekolah Menengah Roosevelt saat jam pulang sekolah.
Saat itu, Renee Good berada di dalam mobil SUV-nya, yang sepertinya menghalangi jalan di lokasi operasi.
Seorang agen mendekati kendaraan Baik yang mulai bergerak maju, lalu melepaskan beberapa tembakan setidaknya dua hingga tiga kali yang mengakibatkan korban tewas seketika.
Rekaman video amatir yang beredar di media sosial menunjukkan agen ICE berdiri di depan mobil Good sebelum memotret, di tengah suasana tegang akibat protes warga terhadap razia tersebut.
Menurut Kepala Polisi Minneapolis Brian O'Hara, Good bukan target razia dan hanya sedang dalam perjalanan merawat tetangganya. Insiden ini terjadi tak jauh dari lokasi bentrokan protes sebelumnya.
Wali Kota Minneapolis Jacob Frey langsung mengutuk tindakan keras agen ICE, menuntut mereka segera meninggalkan kota dengan seruan kera.
"Pergi dari Minneapolis! Kami tidak menginginkan kalian di sini," tegas mereka.
Gubernur Minnesota juga menyatakan kemarahan, menolak klaim pihak federal bahwa penembakan merupakan bela diri.
Sementara itu, Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem membela petugasnya, menyebut tembakan itu bersifat defensif untuk melindungi diri dan orang di sekitar tengah “kerusuhan” yang menghalangi operasi.
Presiden Trump sendiri mendukung razia ini sebagai bagian dari kebijakan pengurangan imigran ilegal, dengan mengirim lebih dari 2.000 agen ke Minneapolis. Protes pun meluas, memicu intensifikasi besar-besaran di berbagai kota AS.
Kematian Good, seorang warga negara AS yang dikenal ramah dan penuh kasih, meninggalkan luka bagi keluarga dan komunitasnya.
Penyelidikan dipimpin bersama FBI dan Biro Penangkapan Kriminal Minnesota, dengan lokasi kejadian yang dikuasai polisi setempat.
Kasus ini menambah ketegangan antara pemerintah federal dan lokal terkait kebijakan imigrasi Trump. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama