Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Iran Mulai Blokir Starlink Pakai Jammer Militer, Internet Nasional Lumpuh

M Robit Bilhaq • Selasa, 13 Januari 2026 | 10:27 WIB
Pemerintah Iran mulai mengganggu koneksi internet satelit Starlink hingga 80 persen dengan teknologi jammer militer.
Pemerintah Iran mulai mengganggu koneksi internet satelit Starlink hingga 80 persen dengan teknologi jammer militer.

RADARTUBAN - Untuk yang pertama kalinya Pemerintah Iran dikabarkan telah mulai memblokir layanan internet satelit Starlink dengan memanfaatkan teknologi jammer militer.

Langkah tersebut dilakukan secara bersamaan dengan kebijakan pemadaman internet di seluruh negeri, yang dinilai sebagai salah satu upaya pemutusan akses jaringan paling ekstrem yang pernah terjadi di Iran.

Walaupun di negara tersebut perkiraan terdapat puluhan ribu unit perangkat Starlink yang aktif, kini gangguan mulai menyasar koneksi satelit secara langsung.

Awalnya, gangguan tersebut memengaruhi sekitar 30 persen lalu lintas data uplink maupun downlink Starlink, namun intensitasnya melonjak tajam hingga melampaui angka 80 persen hanya dalam kurun waktu beberapa jam.

Laporan dari The Times of Israel menyoroti bahwa jumlah pengguna Starlink saat ini jauh lebih besar dibandingkan periode pemadaman sebelumnya.

Padahal, pemerintah setempat tidak pernah memberikan izin resmi bagi layanan tersebut, bahkan menetapkan kepemilikan dan penggunaan perangkat Starlink sebagai tindakan ilegal di mata hukum.

Efektivitas pemblokiran ini berkaitan erat dengan ketergantungan Starlink pada sinyal GPS untuk melakukan sinkronisasi dengan satelit.

Iran dilaporkan telah melakukan interferensi terhadap sinyal GPS sejak meletusnya konflik 12 hari dengan Israel pada Juni lalu.

Kondisi ini mengakibatkan konektivitas satelit menjadi tidak stabil dan memicu hilangnya sinyal di berbagai daerah sensitif.

Amir Rashidi dari Miaan Group mengungkapkan keterkejutannya atas fenomena ini.

Rashidi menyatakan bahwa selama dua dekade dirinya meneliti akses internet, dan belum pernah menemukan pola pemutusan jaringan yang agresif seperti saat ini.

Keabsahan laporan gangguan di lapangan juga diperkuat oleh data pemantauan yang menunjukkan kemerosotan drastis dalam pengiriman paket data Starlink.

Simon Migliano, seorang analis internet, menjelaskan dalam laporan terbarunya bahwa pemutusan akses berskala nasional ini merupakan taktik represif pemerintah untuk menekan gerakan oposisi.

Dampak finansial dari kebijakan ini sangat besar, dengan kerugian ekonomi yang ditaksir mencapai US$ 1,56 juta setiap jamnya.

Hingga Minggu pagi waktu setempat, lembaga pemantau NetBlocks melaporkan bahwa pemadaman internet di Iran telah melewati durasi 60 jam.

Saat ini, tingkat konektivitas nasional berada pada titik yang sangat kritis, yakni hanya tersisa 1 persen dari kapasitas normalnya. Situasi ini menunjukkan eskalasi terbaru dari upaya pemerintah dalam mengendalikan arus informasi di wilayah mereka. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Ekstrem #nasional #iran #starlink #internet