Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Duel Udara Memanas! Rudal S-300 Rusia Berhasil Jatuhkan Jet Tempur F-16 Milik AS

M Robit Bilhaq • Selasa, 13 Januari 2026 | 15:10 WIB

 

ilustrasi jet tempur f-16 AS
ilustrasi jet tempur f-16 AS

RADARTUBAN - Militer Rusia menyatakan telah berhasil menghancurkan sebuah pesawat tempur F-16 produksi Amerika Serikat yang digunakan oleh angkatan bersenjata Ukraina.

Keberhasilan tersebut menarik perhatian besar dunia internasional karena selama ini pesawat tempur tersebut dipandang sebagai instrumen vital yang mampu mengubah arah pertempuran bagi pihak Kyiv.

Informasi mengenai kejadian ini disebarluaskan melalui stasiun televisi pemerintah Rusia, Russia 1, pada hari Minggu.

Dalam tayangan tersebut, seorang perwira komando pertahanan udara Rusia yang menggunakan identitas samaran 'Sever' memaparkan bahwa satuan rudal S-300 milik mereka menjadi senjata yang berhasil menjatuhkan jet tempur modern tersebut.

Dalam wawancaranya dengan jurnalis Vladimir Solovyov yang kemudian dikutip oleh media RT pada hari Senin, (12/1), Sever menyebutkan bahwa pesawat tempur tersebut merupakan sasaran yang paling menantang sekaligus menarik bagi satuannya.

Sever merinci kronologi kejadian di mana pasukannya meluncurkan dua buah rudal untuk menyasar F-16 tersebut.

Hantaman rudal pertama dilaporkan mengenai dan merusak bagian struktur pesawat, disusul oleh rudal kedua yang menghancurkan pesawat sepenuhnya hingga jatuh.

Petugas komando tersebut juga mengungkapkan bahwa untuk mengeksekusi operasi ini unitnya telah melakukan persiapan matang dalam waktu yang cukup lama, termasuk melakukan pemantauan dan pengintaian secara intensif.

Sever menambahkan penilaian bahwa anggapan mengenai kekebalan pesawat tempur tersebut tidak terbukti, karena pada akhirnya jet tersebut dapat jatuh sebagaimana jenis pesawat militer lainnya.

Namun demikian, Sever tidak memberikan keterangan spesifik mengenai waktu kejadian maupun koordinat geografis di mana jet tersebut dilumpuhkan.

Peristiwa ini menjadi catatan baru dalam garis waktu konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina yang telah berlangsung sejak serangan besar-besaran dimulai pada Februari 2022.

Dalam durasi hampir empat tahun peperangan, pemerintah Ukraina terus mendapatkan bantuan peralatan militer yang signifikan dari negara-negara anggota NATO dan Eropa guna menjaga integritas wilayahnya.

Ukraina sendiri mulai mengoperasikan jet F-16 sejak Agustus 2024 setelah melalui proses diplomasi yang panjang dengan negara-negara Barat.

Diketahui pihak Kyiv dilaporkan telah menerima sekitar 44 unit pesawat, dari total 87 unit yang dijanjikan oleh negara-negara pendonor seperti Norwegia, Denmark, dan Belanda, pihak Kyiv dilaporkan telah menerima sekitar 44 unit pesawat.

Sejauh ini, otoritas Ukraina telah mengakui adanya kehilangan empat unit F-16 dalam berbagai misi operasional sebelumnya.

Penggunaan jet-jet tempur ini dinilai sangat strategis bagi Kyiv untuk memberikan perlawanan terhadap dominasi udara Rusia yang kuat sejak awal masa invasi.

Walaupun menghadapi pengurangan armada F-16, Ukraina dikabarkan tetap konsisten dalam upaya memperkuat sektor pertahanan udaranya.

Kabar terkini juga mengabarkan bahwa pemerintahan di bawah pimpinan Presiden Volodymyr Zelensky tengah melakukan penjajakan untuk melakukan pengadaan 100 unit jet tempur tambahan dari Prancis sebagai langkah antisipasi menghadapi serangan udara Rusia yang semakin masif. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#pesawat tempur f-16 #Militer Rusia #Amerika Serikat #Ukraina #konflik