Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Skandal Minyak Venezuela: AS Simpan Dana Penjualan Rp 8,4 T di Bank Qatar, Ini Alasannya

Ika Nur Jannah • Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:35 WIB

 

Presiden As Donald Trump
Presiden As Donald Trump

RADARTUBAN - Pemerintah Amerika Serikat (AS) memilih menyimpan dana hasil penjualan minyak Venezuela di bank-bank Qatar sebagai rekening utama. Keputusan ini diambil untuk menjaga keamanan transfer dana tanpa risiko penyitaan.

AS telah menyelesaikan penjualan minyak mentah Venezuela senilai 500 juta atau sekitar Rp 8,4 triliun pada awal Januari 2026.

Transaksi ini bagian dari kesepakatan setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, dengan dana awal mengalir ke bank sentral Venezuela untuk sektor makanan, obat-obatan, dan usaha kecil.

Presiden AS Donald Trump menegaskan dana tersebut diprioritaskan membeli produk buatan AS seperti pertanian dan alat medis.

Qatar dipilih karena statusnya sebagai negara netral yang memfasilitasi transfer dana secara aman.

Pejabat senior AS menyatakan hal ini mencegah gangguan hukum dari klaim pihak lain atas pendapatan minyak Venezuela.

Sejarah Qatar sebagai perantara antara AS dan Venezuela, bahkan sejak era Biden untuk kasus Iran, memperkuat peranannya.

Empat bank Venezuela akan menerima porsi dana sekitar 300 juta dari Qatar untuk dijual ke perusahaan lokal.

Langkah ini membantu mengatasi kekurangan dolar di Venezuela akibat sanksi sebelumnya.

Kritikus seperti Senator Warren mempertanyakan dasar hukumnya, tapi Trump menilai ini stabilkan ekonomi Venezuela. (*)

 

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#qatar #Pemerintah Amerika Serikat #minyak mentah venezuela #transfer dana #penjualan minyak #venezuela