Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

TikTok Perketat Deteksi Usia di Eropa, Akun Anak di Bawah 13 Tahun Terancam Diblokir

Andika Julia Perdana Putra • Minggu, 18 Januari 2026 | 10:05 WIB
TikTok hadirkan sistem deteksi umur pengguna di wilayah Eropa.
TikTok hadirkan sistem deteksi umur pengguna di wilayah Eropa.

RADARTUBAN - Platform video pendek asal Tiongkok, TikTok bersiap untuk menerapkan sistem deteksi usia yang lebih ketat di kawasan Eropa.

Dalam beberapa pekan ke depan, teknologi ini akan mulai diluncurkan di Wilayah Ekonomi Eropa, Inggris, dan Swiss sebagai upaya membatasi akses pengguna di bawah umur.

Sistem baru tersebut bekerja dengan menganalisis informasi profil, aktivitas akun, perilaku pengguna.

Jika sebuah akun terindikasi dimiliki oleh anak di bawah 13 tahun, maka akun tersebut akan ditandai dan ditinjau oleh moderator.

Tidak hanya mengandalkan sistem otomatis, moderator juga dapat menandai akun yang dicurigai milik pengguna dibawah umur saat menemukan konten tertentu.

Selain itu, pengguna lain juga diberi ruang untuk melaporkan akun yang disinyalir milik anak di bawah umur.

Hingga saat ini, TikTok mencatat pihaknya telah menghapus sekitar enam juta akun di bawah usia minimum setiap bulannya.

Bagi pengguna yang merasa pemblokiran akun dilakukan secara keliru, TikTok membuka jalur untuk mengajukan banding. Proses ini meminta verifikasi melalui kartu identitas resmi, otorisasi kartu kredit, atau estimasi usia berbasis foto selfie.

Meski begitu, perusahaan mengakui hingga sekarang belum ada metode tunggal yang ideal untuk memverifikasi usia tanpa mengorbankan privasi.

Kebijakan ini dikembangkan setelah melalui masa uji coba selama satu tahun di Eropa dan Inggris.

Dalam prosesnya, TikTok bekerja sama dengan Komisi Perlindungan Data Irlandia untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data Uni Eropa. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#video #Usia #eropa #platform #tiktok #anak