RADARTUBAN - Amerika Serikat mengumumkan telah merampungkan proses pengunduran diri dari keanggotaan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kamis (22/1).
Keputusan ini diambil dengan tudingan bahwa lembaga kesehatan global tersebut telah salah mengelola penanganan pandemi COVID-19.
Pemerintah AS juga menilai WHO gagal melakukan reformasi internal secara memadai serta dinilai rentan terhadap “pengaruh politik” dari sejumlah negara anggota.
Langkah tersebut sejalan dengan janji kampanye Presiden Donald Trump. Dalam pidato perdananya setelah dilantik sebagai Presiden AS pada 20 Januari 2025, Trump langsung menginstruksikan agar negaranya memulai proses keluar dari WHO.
Selain menarik diri dari WHO, Trump juga mengumumkan keputusan AS untuk kembali keluar dari Kesepakatan Paris terkait perubahan iklim, mengulang kebijakan yang pernah diambilnya pada masa jabatan pertama.
Pengunduran diri AS dari WHO mencerminkan sikap skeptis Trump terhadap kerja sama multilateral.
Keputusan ini diperkirakan akan membawa dampak signifikan terhadap upaya global dalam pencegahan serta pengendalian penyakit menular.
Selama puluhan tahun, Amerika Serikat dikenal sebagai kontributor dana terbesar bagi WHO.
Organisasi kesehatan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bermarkas di Jenewa tersebut memiliki lebih dari 190 negara anggota dan berperan penting dalam merumuskan kebijakan kesehatan dunia.
Dalam setahun terakhir selama proses pembatalan keanggotaan berlangsung, pemerintahan Trump telah menghentikan pendanaan, menarik seluruh pejabat AS dari WHO, serta mengalihkan berbagai program kerja sama yang sebelumnya dilakukan melalui WHO menjadi pendekatan bilateral dengan negara atau organisasi lain.
Ke depan, hubungan kerja sama antara AS dan WHO hanya akan dilakukan secara terbatas, semata-mata untuk menyelesaikan tahapan teknis pengunduran diri.
Sesuai aturan, pembatalan keanggotaan di WHO mensyaratkan pemberitahuan resmi sebelumnya—yang telah dilakukan AS tahun lalu—serta pelunasan seluruh kewajiban iuran keanggotaan yang tertunggak.
Namun, WHO menyatakan bahwa hingga kini Amerika Serikat masih belum melunasi tunggakan iuran untuk tahun 2024 dan 2025 dengan total nilai mencapai 260 juta dolar AS.
Terkait hal tersebut, WHO berencana membahas keabsahan pengunduran diri AS dalam pertemuan organisasi pada Februari mendatang, termasuk dalam agenda rapat-rapat selanjutnya.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni