RADARTUBAN - Presiden AS Donald Trump baru saja mencapai kesepakatan dengan NATO soal masa depan Greenland di Forum Ekonomi Dunia (WEF) Davos, tapi kini ia meremehkan peran permusuhan pertahanan itu dalam perang Afghanistan.
Dalam wawancara dengan Fox News di Davos, Trump melemahkan komitmen NATO jika AS membutuhkan bantuan.
"Saya selalu bertanya-tanya, apakah mereka akan hadir jika kita memerlukan mereka? Itulah ujian yang sebenarnya," katanya, sambil menyebut sepertinya cenderung "menjauh dari garis depan" di Afghanistan. Dikutip dari kompas.com.
Pernyataan ini muncul sehari setelah Trump bertemu Sekjen NATO Mark Rutte. Ia mengklaim mencapai "kerangka kesepakatan" mengenai Greenland dan kawasan Arktik, plus membatalkan ancaman tarif ke Eropa.
Inggris langsung bereaksi keras. Kantor PM Keir Starmer menyebut Trump "keliru meremehkan" pengorbanan pasukan NATO 457 tentara Inggris tewas di Afghanistan, kedua terbesar setelah AS (2.456 jiwa).
Denmark juga macet karena kehilangan 40 prajuritnya di Helmand. Total, 3.500 tentara sekutu tewas selama dua dekade konflik itu.
Trump sejak lama kritik NATO kurang bayar kontribusi. Di Davos (21/1), ia ulangi keluhan soal pengeluaran triliunan dolar AS tanpa balasan adil.
Kesepakatan Greenland disebut solusi win-win, tapi sindiran Afghanistan picu friksi transatlantik baru. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni