Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ketegangan Memanas, Pesawat Militer AS Dipindahkan dari Jerman ke Timur Tengah

Siti Rohmah • Selasa, 27 Januari 2026 | 14:10 WIB
Pesawat tempur F-35A Angkatan Udara AS dan F-35B Korps Marinir AS terparkir di landasan pacu
Pesawat tempur F-35A Angkatan Udara AS dan F-35B Korps Marinir AS terparkir di landasan pacu

RADARTUBAN - Sedikitnya tiga pesawat milik Angkatan Udara Amerika Serikat dilaporkan dipindahkan dari Jerman ke sejumlah negara di kawasan Timur Tengah, termasuk Kuwait dan Qatar, dalam dua hari terakhir.

Informasi tersebut berdasarkan data pelacakan penerbangan Flightradar24.

Mengutip laporan Sputnik pada Senin, Flightradar24 mencatat sebuah pesawat tanker Boeing KC-135R Stratotanker mendarat di Qatar pada Minggu sekitar pukul 18.23 GMT atau Senin pukul 01.23 WIB.

Pesawat itu diduga lepas landas dari Pangkalan Udara Ramstein, Jerman, yang merupakan salah satu basis utama Angkatan Udara AS di Eropa.

Sebelumnya, pada Sabtu sekitar pukul 20.40 GMT atau Minggu pukul 03.40 WIB, pesawat angkut militer Boeing C-17A Globemaster III terpantau mendarat di Kuwait dengan titik keberangkatan tercatat dari wilayah Trier, Jerman.

Masih pada hari yang sama, sekitar pukul 21.54 GMT atau Minggu pukul 04.52 WIB, sebuah pesawat C-17A lainnya yang lepas landas dari Pangkalan Udara Spangdahlem di Jerman dilaporkan menghilang dari radar ketika berada di wilayah selatan Kuwait.

Data Flightradar24 juga menunjukkan pergerakan tambahan, yakni pengerahan pesawat angkut militer Lockheed Martin C-130J Hercules dari Bahrain menuju wilayah tengah Kuwait.

Selain itu, pada 25 Januari sekitar pukul 01.54 GMT atau 08.54 WIB, pesawat tanker KC-135R milik AS kembali tercatat mendarat di Qatar.

Pergerakan armada udara ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan. Pada 22 Januari, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan bahwa kapal-kapal Angkatan Laut AS tengah bergerak menuju Iran “sebagai langkah berjaga-jaga.”

Ia juga sebelumnya menyatakan belum dapat memastikan apakah opsi intervensi militer terhadap Iran sepenuhnya telah dikesampingkan.

Sehari sebelumnya, pada 21 Januari, Wall Street Journal melaporkan bahwa Amerika Serikat telah mengerahkan jet tempur F-15E serta mengirimkan kapal induk USS Abraham Lincoln ke Timur Tengah.

Laporan tersebut juga menyebutkan rencana penempatan sistem pertahanan udara tambahan, termasuk sistem pertahanan rudal Patriot dan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD), di kawasan tersebut.

Langkah-langkah ini menunjukkan penguatan kehadiran militer Amerika Serikat di Timur Tengah di tengah dinamika geopolitik yang terus berkembang.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#qatar #kuwait #timur tengah #iran #pesawat militer #jerman #Angkatan Udara Amerika Serikat