RADARTUBAN – Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva dan Presiden Prancis Emmanuel Macron secara terbuka menyindir inisiatif Dewan Perdamaian Gaza yang digagas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Keduanya menolak gagasan tersebut karena dinilai sebagai upaya menyaingi peran Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serta menegaskan komitmen mereka terhadap multilateralisme global.
Lula Nilai Dewan Trump Melemahkan PBB
Lula da Silva menyebut Dewan Perdamaian Gaza berpotensi melemahkan peran PBB dan bertentangan dengan Piagam PBB.
Meski Brasil termasuk negara yang diundang untuk bergabung, Lula menolak hadir.
Ia menilai inisiatif Trump justru mempersempit ruang dialog internasional. Pernyataan itu disampaikan dalam pidato di acara Gerakan Pekerja Tanpa Tanah di Salvador, Jumat (23/1).
Brasil Dorong Reformasi Dewan Keamanan, Bukan Forum Baru
Lula menegaskan bahwa Brasil lebih memilih memperjuangkan reformasi Dewan Keamanan PBB agar lebih representatif dan inklusif, ketimbang membentuk forum baru yang dinilai akan didominasi oleh satu negara.
Sikap tersebut disampaikan sehari setelah Trump mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian Gaza dalam pertemuan World Economic Forum di Davos.
Prancis Tolak Undangan Meski Diancam Tarif
Presiden Emmanuel Macron juga menegaskan bahwa Prancis menolak undangan Trump untuk bergabung dalam dewan tersebut.
Ia menyebut langkah itu sebagai bentuk pemaksaan politik, meski disertai ancaman tarif ekonomi.
Sumber dekat Macron menyebut Prancis tetap memprioritaskan mekanisme multilateralisme PBB sebagai sarana utama untuk menyelesaikan konflik Gaza.
Dikhawatirkan Ancam Kedaulatan Eropa dan Tata Kelola Global
Pemerintah Prancis menilai Dewan Perdamaian Gaza berpotensi mengancam kedaulatan Eropa serta merusak sistem tata kelola global (global governance) yang selama ini bertumpu pada PBB.
Trump awalnya menyebut dewan ini akan mengawasi gencatan senjata Israel–Hamas.
Namun, rencana tersebut kemudian diperluas untuk menangani konflik lain, sehingga dinilai sebagai tandingan langsung PBB.
PBB dan China Turut Soroti Inisiatif Trump
PBB sebelumnya mendukung gagasan awal pemantauan gencatan senjata melalui Resolusi 2803 pada November 2025.
Namun, organisasi dunia itu khawatir dewan bentukan Trump berubah menjadi lembaga permanen yang menyaingi PBB.
Presiden Tiongkok Xi Jinping bahkan dilaporkan menelepon Lula untuk menegaskan pentingnya mempertahankan peran utama PBB.
Inisiatif Trump sendiri mengundang puluhan negara, termasuk Kanada yang hingga kini masih bersikap ragu.
Kritik Brasil–Prancis Cerminkan Polarisasi Global
Penolakan terbuka dari Brasil dan Prancis menunjukkan semakin tajamnya polarisasi politik global pasca-perang Gaza, terutama terkait arah kepemimpinan dan legitimasi lembaga internasional. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni