RADARTUBAN - Bank sentral China, People's Bank of China (PBOC), terus menambah cadangan emasnya meski harga logam mulia itu mengalami gejolak hebat di pasar global.
Langkah ini memperpanjang tren pembelian menjadi 15 bulan berturut-turut hingga Januari 2026.
Cadangan emas PBOC naik menjadi 74,19 juta troy ons per akhir Januari 2026, bertambah sekitar 40.000 troy ons dari 74,15 juta troy ons pada Desember sebelumnya.
Nilai cadangannya pun melonjak menjadi 369,58 miliar dolar AS, mendorong kenaikan harga. World Gold Council mencatat, pembelian bank sentral global melebihi 860 ton sepanjang tahun 2025, meski lebih rendah dari 1.000 ton tahun sebelumnya.
Gejolak Harga Emas Global
Harga emas sempat mendekati rekor 5.600 dolar AS per troy ons di bulan Januari, tapi anjlok setelah pengumuman Kevin Warsh sebagai ketua Federal Reserve baru.
Pada (2/2), harga spot turun ke level terendah 4.403,24 dolar AS per ons, dan kini bergerak di sekitar 4.960 dolar AS.
Penurunan ini mencerminkan reaksi pasar terhadap melemahnya kebijakan moneter AS.
Dampak Domestik di China
Konsumsi emas di China hanya turun 3 persen menjadi 950 ton sepanjang tahun 2025, menandai penurunan dua tahun berturut-turut.
Namun, pembelian bank sentral tetap menjadi pendorong utama permintaan global, sekaligus sinyal diversifikasi aset dari dolar AS. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama