RADARTUBAN – Pangeran William dan Kate Middleton secara resmi menyuarakan keprihatinan serta dukungan mereka kepada para korban kasus Jeffrey Epstein melalui pernyataan yang disampaikan juru bicara Istana Kensington.
Pernyataan tersebut dirilis bertepatan dengan kunjungan resmi Pangeran William ke Riyadh, Arab Saudi, yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari.
Pernyataan Resmi Istana Kensington
Juru bicara Istana Kensington menyatakan bahwa Pangeran dan Putri Wales mengikuti dengan serius perkembangan terbaru terkait pengungkapan dokumen Epstein.
“Saya dapat mengonfirmasi bahwa Pangeran dan Putri sangat prihatin dengan pengungkapan yang terus berlanjut. Pikiran mereka tetap tertuju kepada para korban,” demikian pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Kompas.
Pernyataan ini menjadi komentar publik pertama Pangeran William dan Kate Middleton terkait rilis terbaru dokumen Epstein yang kembali menyeret nama Paman William, Pangeran Andrew Mountbatten-Windsor.
Baca Juga: Jeffrey Hendrik Ditunjuk Jadi Pjs Direktur Utama BEI, Pasca Pengunduran Diri Iman Rachman
Dokumen Epstein Kembali Jadi Sorotan
Kasus Jeffrey Epstein, yang melibatkan tuduhan perdagangan seks dan eksploitasi seksual, kembali mencuat setelah jutaan halaman dokumen dibuka ke publik oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat.
Dokumen tersebut memicu perhatian global karena mengungkap relasi Epstein dengan sejumlah tokoh berpengaruh, termasuk kalangan elite politik dan bangsawan.
Istana Buckingham Sampaikan Simpati
Selain Istana Kensington, Istana Buckingham juga menyampaikan pernyataan serupa.
Pihak kerajaan menegaskan simpati mendalam kepada para korban dan penyintas segala bentuk eksploitasi seksual.
Kerajaan menekankan pentingnya empati dan perlindungan terhadap korban di tengah terus berkembangnya pengungkapan kasus tersebut.
Konteks Skandal di Lingkar Keluarga Kerajaan
Pangeran Andrew telah lama dikaitkan dengan Epstein, termasuk tuduhan dari Virginia Giuffre yang diselesaikan secara damai pada tahun 2022.
Sebagai dampak dari skandal tersebut, Raja Charles III pada 2022 mencabut gelar militer dan patronase kerajaan Pangeran Andrew, serta meminta agar ia menyerahkan hak sewa Royal Lodge.
Anggota Kerajaan Lain Ikut Bersuara
Sementara itu, Pangeran Edward, adik Raja Charles III, menjadi anggota senior keluarga kerajaan pertama yang angkat bicara dalam KTT Pemerintah Dunia di Dubai.
Ia menekankan pentingnya menempatkan para korban sebagai fokus utama di tengah sorotan publik terhadap perkembangan kasus Epstein. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni