Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Gelombang Protes Guncang Ubisoft, Pegawai Tuntut Mundurnya CEO Yves Guillemot

Andika Julia Perdana Putra • Sabtu, 14 Februari 2026 | 13:52 WIB
Sejumlah pekerja Ubisoft lakukan protes dan mogok kerja ditengah krisis perusahaan.
Sejumlah pekerja Ubisoft lakukan protes dan mogok kerja ditengah krisis perusahaan.

RADARTUBAN – Gelombang protes kembali mengguncang Ubisoft.

Sedikitnya 1.200 karyawan menggelar mogok kerja selama tiga hari mulai 10 hingga 12 Februari sebagai respons atas kebijakan pemangkasan biaya dan restrukturisasi perusahaan.

Mogok Kerja Meluas hingga Luar Prancis

Aksi protes awalnya dipusatkan di Prancis. Namun, kantor Ubisoft di Milan juga dilaporkan ikut melakukan aksi serupa.

Serikat pekerja menyebut mogok dilakukan menyusul rencana penutupan studio dan PHK massal yang dinilai semakin membebani karyawan yang sudah bekerja dalam tekanan tinggi.

Baca Juga: Ubisoft Batalkan Game Multiplayer Assassin’s Creed, Karyawan Dilanda Ketidakpastian

Tolak Kebijakan Wajib Masuk Kantor

Selain isu PHK, karyawan juga menolak kebijakan wajib kembali bekerja di kantor selama lima hari dalam seminggu.

Banyak pegawai diketahui telah menetap jauh dari Paris, sementara gaji yang diterima disebut tidak mencukupi untuk biaya hidup di ibu kota Prancis.

Situasi semakin memanas setelah pemecatan pimpinan tim desain level, David Michaud-Cromp, yang sebelumnya mengkritik kebijakan perusahaan secara terbuka.

Manajemen berdalih pemecatan tersebut dilakukan karena pelanggaran kode etik internal.

Tuntutan Mundur untuk CEO

Di luar kantor pusat Ubisoft di Paris, para pekerja membawa poster bertuliskan “Stakeholders don’t make games. We do” dan “Fast travel is only in games! Don’t play with our lives.”

Sebagian pekerja bahkan secara terbuka menuntut pengunduran diri CEO Yves Guillemot, yang dinilai tidak memahami kondisi internal perusahaan.

Ubisoft Janji Buka Dialog

Aksi ini terjadi di tengah masa sulit perusahaan. Selain PHK, Ubisoft juga membatalkan sejumlah proyek, termasuk remake Prince of Persia: The Sands of Time, serta menutup beberapa studio.

Dalam pernyataan resminya, Ubisoft mengaku memahami kuatnya reaksi karyawan dan berjanji menjaga dialog terbuka dengan pekerja serta perwakilan mereka.

Namun bagi sebagian pegawai, perubahan kepemimpinan dianggap sebagai langkah krusial untuk memulihkan kepercayaan di dalam perusahaan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#phk massal #mogok kerja #Ubisoft