RADARTUBAN – Donald Trump memaparkan bahwa negara-negara yang tergabung dalam dewan perdamaian atau Board of Peace telah berkomitmen mengalokasikan dana bantuan kemanusiaan dan pemulihan Gaza dengan total lebih dari 5 miliar dolar AS.
Pengumuman tersebut disampaikan Trump melalui akun pribadinya di Truth Social pada Minggu waktu setempat, menjelang pertemuan formal perdana organisasi itu yang dijadwalkan berlangsung pekan ini.
Komitmen Dana dan Ribuan Personel Militer
Selain dukungan finansial, Trump menyebut negara-negara anggota juga berjanji mengirim ribuan personel militer.
Pasukan tersebut akan menopang kekuatan stabilisasi yang telah memperoleh mandat resmi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sekaligus membantu proses pembangunan otoritas kepolisian setempat di wilayah Palestina.
Baca Juga: Menlu Sugiono Ungkap Iuran Dewan Perdamaian Bisa Dicicil Mulai 2026 untuk Rekonstruksi Gaza
Pertemuan Perdana Digelar di Institut Trump
Menurut laporan Reuters pada Selasa, 17 Februari 2026, forum perdana Board of Peace akan digelar di Donald J. Trump Institute of Peace.
Institusi tersebut merupakan lembaga yang baru saja diubah identitasnya oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dengan menyematkan nama presiden.
Diperkirakan lebih dari 20 negara akan mengirimkan utusan, termasuk sejumlah kepala negara, untuk menghadiri pertemuan strategis tersebut.
Upaya Mengakhiri Konflik Israel–Hamas
Eksistensi Board of Peace telah memperoleh legalitas melalui resolusi Dewan Keamanan PBB.
Organisasi ini menjadi bagian dari strategi pemerintahan Trump dalam menghentikan konflik berkepanjangan antara Israel dan Hamas di Gaza.
Sebelumnya, kedua pihak telah menyetujui draf rencana tersebut pada tahun lalu.
Gencatan senjata resmi berlaku sejak Oktober, meski di lapangan masih kerap terjadi tudingan pelanggaran kesepakatan dari kedua belah pihak.
Data dari Kementerian Kesehatan Gaza mencatat lebih dari 590 warga Palestina meninggal sejak masa gencatan senjata dimulai.
Di sisi lain, otoritas Israel melaporkan empat tentaranya gugur akibat serangan kelompok pejuang Palestina dalam periode yang sama.
Indonesia dan Negara Timur Tengah Turut Bergabung
Trump juga menekankan keberagaman negara anggota Board of Peace. Sejumlah kekuatan utama Timur Tengah seperti Arab Saudi, Mesir, Turki, Qatar, serta Israel disebut telah resmi bergabung.
Negara berkembang seperti Indonesia juga turut ambil bagian dalam inisiatif ini.
Meski demikian, beberapa negara adidaya dan mitra lama Amerika Serikat dari blok Barat dilaporkan masih bersikap hati-hati dan belum memberikan dukungan penuh terhadap program tersebut. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni