RADARTUBAN - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan jangka waktu 10-15 hari kepada Iran untuk mencapai kesepakatan soal program nuklirnya, dengan ancaman "hal-hal sangat buruk" jika Teheran tidak patuh.
Pernyataan tegas ini disampaikan Trump dalam pertemuan Dewan Perdamaian di Washington, DC, pada Kamis (19/2), di tengah penguatan militer AS di Timur Tengah.
Trump menegaskan bahwa negosiasi dengan Iran sedang berlangsung, meskipun secara historis sulit mencapai hasil yang konkret
Dia mengindikasikan potensi langkah lebih lanjut setelah serangan udara AS Juni lalu yang diklaim telah "menghancurkan" potensi nuklir Iran.
Seorang pejabat senior AS menyebut Iran akan menyodorkan proposal tertulis untuk mengatasi kekhawatiran Washington.
Namun, juru bicara Putih Rumah Karoline Leavitt mengakui masih ada isu krusial yang memisahkan kedua pihak, termasuk prinsip panduan yang disepakati pada 2 Februari.
Ultimatum ini muncul ketika AS semakin kehadiran militernya di kawasan, memicu kekhawatiran eskalasi konflik yang lebih luas.
Trump menekankan perdamaian Timur Tengah tidak mungkin terjadi jika Iran mempertahankan ambisi nuklirnya, sambil menyinggung kesiapan Washington untuk mengambil tindakan. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama