RADARTUBAN - Kerusuhan terjadi di sebuah lembaga pemasyarakatan regional di negara bagian Jalisco, Meksiko, setelah fasilitas tersebut diserang kelompok bersenjata.
Insiden tersebut mengakibatkan 23 narapidana melarikan diri, demikian disampaikan Menteri Keamanan Publik Jalisco Juan Pablo Hernandez.
“Berdasarkan hasil penghitungan terakhir, tercatat 23 narapidana melarikan diri. Informasi ini telah disampaikan kepada berbagai lembaga federal untuk proses penangkapan,” ujar Hernandez dalam konferensi pers yang disiarkan media lokal Jalisco Noticias, Senin (23/2).
Baca Juga: Dua Minimarket Tuban Dirampok Komplotan Bersenjata, Puluhan Juta Rupiah Digasak
Serangan Bersenjata Terjadi di Lapas Regional Puerto Vallarta
Peristiwa tersebut terjadi di pusat pemasyarakatan regional yang berlokasi di wilayah Ixtapa, Puerto Vallarta.
Menurut keterangan otoritas setempat, para penyerang melepaskan tembakan ke arah fasilitas penjara, menabrak gerbang menggunakan kendaraan, lalu menerobos masuk ke area lembaga pemasyarakatan.
Petugas penjara berhasil memukul mundur serangan tersebut.
Namun, Hernandez mengonfirmasi bahwa satu petugas pemasyarakatan tewas saat menghadapi kelompok bersenjata.
“Dengan sangat disayangkan, seorang petugas gugur dalam upaya mempertahankan fasilitas,” ujarnya.
Kerusuhan Internal Pecah Usai Serangan dari Luar
Setelah serangan dari luar, kerusuhan pecah di dalam penjara. Aparat keamanan kemudian mengerahkan pasukan tambahan untuk mengendalikan situasi.
Otoritas memastikan kondisi saat ini telah terkendali, keamanan fasilitas dipulihkan, dan petugas hak asasi manusia telah berada di lokasi untuk melakukan pemantauan.
Sementara itu, operasi pencarian dan penangkapan terhadap para narapidana yang melarikan diri masih terus berlangsung.
Terkait Operasi Penangkapan Pemimpin Kartel Jalisco
Kerusuhan penjara ini terjadi di tengah eskalasi kekerasan di Jalisco menyusul operasi besar aparat keamanan Meksiko untuk menangkap Nemesio Oseguera Cervantes, yang dikenal dengan julukan El Mencho, pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco.
Dalam operasi tersebut, Oseguera dilaporkan terluka dan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju ibu kota Meksiko.
Baca Juga: Duel Rebutan Uang Rp 110 Juta di Jalanan Gresik, Rampok Bersenjata Api Tembak Warga
Aksi Balasan Kartel Picu Gelombang Kekerasan
Sebagai respons atas operasi itu, kelompok bersenjata kartel dilaporkan melakukan aksi balasan berupa puluhan blokade di jalan raya federal, pembakaran kendaraan, serta serangan terhadap sejumlah infrastruktur di beberapa wilayah.
Data resmi menyebutkan sedikitnya 27 personel pasukan keamanan tewas dalam rangkaian kekerasan tersebut. Selain itu, 70 orang ditangkap, sementara 34 anggota kelompok kriminal dilaporkan tewas.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni