Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tangis Pecah di Televisi Nasional: Iran Resmi Konfirmasi Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei

M Robit Bilhaq • Minggu, 1 Maret 2026 | 12:46 WIB

Pemimpin Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Pemimpin Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

RADARTUBAN - Saluran media resmi milik pemerintah Iran akhirnya memberikan konfirmasi terkait wafatnya Pemimpin Tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei.

Suasana duka menyelimuti pemberitaan tersebut, di mana pembawa acara di stasiun televisi nasional tak kuasa membendung air mata saat memberitakan kabar kehilangan kepada publik.

Menyadur laporan dari BBC International pada Minggu (1/3) yang merujuk pada keterangan media pemerintah setempat, Iran secara resmi menetapkan periode berkabung nasional selama 40 hari sebagai penghormatan atas wafatnya Khamenei.

Sang pemimpin dinyatakan telah gugur sebagai martir akibat agresi militer yang dilancarkan oleh aliansi Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2) pagi waktu setempat.

Kabar ini sekaligus memvalidasi pernyataan yang sebelumnya disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, beserta jajaran pejabat tinggi Israel, yang mengatakan bahwa Khamenei telah tewas dalam serangkaian serangan masif yang mereka lancarkan.

Kepergian Khamenei adalah guncangan yang sangat dahsyat bagi fondasi Republik Islam Iran.

Khamenei telah memegang tampuk kepemimpinan sejak tahun 1989, melanjutkan estafet kekuasaan satu dekade pasca-revolusi teokratis yang berhasil menumbangkan sistem monarki Iran dan mengubah peta kekuatan di kawasan Timur Tengah secara permanen.

Sebelum konfirmasi mengenai wafatnya sang pemimpin muncul, media pemerintah Iran juga telah membenarkan bahwa banyak anggota keluarga dekat Khamenei yang turut menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Mereka yang dilaporkan meninggal dunia meliputi putri, cucu perempuan, serta menantu perempuan dan menantu laki-laki dari beliau.

Menanggapi berita duka, melalui kantor berita Fars Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengeluarkan pernyataan resmi, sebagaimana dikutip oleh Al Jazeera pada Minggu (1/3).

Dalam pernyataannya, IRGC mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya sosok yang mereka sebut sebagai pemimpin agung tersebut.

Pihak IRGC menekankan bahwa status kemartiran yang diraih Khamenei di tangan pihak-pihak yang mereka sebut sebagai teroris kejam dan musuh kemanusiaan adalah bukti nyata dari legitimasi kepemimpinan beliau serta pengabdian tulus yang selama ini diberikan.

Lebih lanjut, pernyataan tersebut memberikan peringatan keras bahwa rakyat Iran akan melakukan aksi balasan dan tidak akan membiarkan para pelaku serangan lolos begitu saja tanpa konsekuensi.

IRGC juga menegaskan komitmennya untuk tetap berdiri kokoh dan teguh dalam menghadapi segala bentuk upaya konspirasi, baik yang datang dari arah dalam negeri maupun dari pihak asing. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#serangan #iran #Amerika Serikat #Israel #ali khamenei