RADARTUBAN - Google akhirnya mendapatkan angin segar bagi layanan peta digitalnya di Korea Selatan.
Setelah hampir dua dekade menghadapi pembatasan ketat, raksasa teknologi tersebut kini resmi mendapatkan izin untuk menghadirkan layanan Google Maps yang berfungsi secara lengkap di negara itu.
Keputusan ini diambil setelah Seoul menyetujui permintaan ekspor data geografis Google meskipun dengan sejumlah syarat ketat.
Dengan izin itu, perusahaan asal AS ini dapat menyediakan layanan di Google Maps seperti petunjuk arah baik berkendara maupun berjalan kaki dan informasi detail mengenai restoran ataupun bisnis lokal lainnya.
Selama ini, pemerintah Korean Selatan membatasi kemampuan Google Maps karena data presisi mengenai negara dilarang diekspor keluar.
Apalagi secara teknis Korea Selatan masih berada dalam kondisi perang dengan tetangganya di utara. Karenanya, Google diwajibkan untuk menyembunyikan lokasi militer yang sensitif, baik di Google Earth ataupun Street View.
Selain itu, perusahaan juga diharuskan untuk menghapus tampilan koordinat lintang-bujur serta menerapkan menerapkan pembatasan pengungkapan wilayah Korea Selatan di layanan global.
Meskipun hadir dengan banyak syarat, bagi Google langkah ini tetap menjadi kabar baik setelah dua kali melakukan pengajuan izin selalu ditolak.
Perusahaan menilai pembatasan sebelumnya membuat Google Maps kalah bersaing dengan aplikasi lokal seperti Naver yang memimpin pasar navigasi di Korea Selatan.
Tetapi, keputusan ini juga memunculkan kekhawatiran baru. Sejumlah pengamat di negara itu mengkritisi masuknya Google secara penuh akan melemahkan pemain lokal dan memicu dominasi.
Jika hal tersebut terjadi, dikhawatirkan sektir seperti logistik akan semakin bergantung pada layanan Google.
Kendati begitu, bagi pengguna di Korea Selatan, hadirnya Google Maps versi lengkap diprediksi akan membawa kemudahan navigasi dan akses informasi yang selama ini dinantikan. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama